DetikNews
Selasa 22 Mei 2018, 19:29 WIB

Datang Jauh-jauh demi 'Kemewahan' Iktikaf di Masjid An-Nahl

Suherni Sulaeman - detikNews
Datang Jauh-jauh demi Kemewahan Iktikaf di Masjid An-Nahl Foto: Grandyos Zafna/detikcom
Tangerang - Masjid An-Nahl, yang berada di kompleks The Icon BSD City, Tangerang, membuka program iktikaf selama 30 hari di bulan Ramadan dengan fasilitas full service. 'Kemewahan' ini jadi daya tarik yang memikat jemaah.

Ditemui detikcom, Andi Subandi, salah satu panitia iktikaf Ramadan 2018 Masjid An-Nahl, menuturkan pendaftaran iktikaf sudah dibuka sejak awal Ramadan melalui jalur online maupun dengan datang langsung ke masjid. Namun, per Senin (21/5), pendaftaran online ditutup lantaran melebihi kuota.

Sejauh ini, jemaah datang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Ada juga yang datang dari negeri tetangga untuk mengikuti program Ramadan di Masjid An-Nahl. Jemaah saat ini sudah membeludak.

Datang Jauh-jauh Demi 'Kemewahan' Iktikaf di Masjid An Nahl Foto: Grandyos Zafna/detikcom


"Yang mendaftar via online sudah 800 orang, kemudian yang on the spot sudah hampir 200-an orang. Jemaah datang dari berbagai daerah. Indonesia dari Bali, NTB, Pekanbaru, Jambi, Riau, Lampung, bahkan ada juga yang dari Malaysia," tutur Andi.

Salah satu peserta iktikaf Masjid An-Nahl adalah Muhammad Doni Putra (18), santri dari Pesantren Nurul Hadid, Cirebon, Jawa Barat. Ia datang bersama tiga temannya dengan naik bus.


Dia mengaku mengetahui info iktikaf tersebut dari sebuah broadcast message atau pesan berantai yang dibagikan oleh temannya di layanan pesan instan. Dia kemudian berangkat dan baru tiba pada Minggu (20/5).

"Kita langsung berangkat ke sini. Berangkatnya naik bus. Alhamdulillah, baru kemarin sore sampai sini," ujarnya.

Pria asal Lampung itu mengaku merasa nyaman beribadah di Masjid An-Nahl. Pasalnya, lingkungan masjid dibuat untuk mendukung kebutuhan jemaah, seperti makan gratis dan ustaz-ustaz juga siap hingga 24 jam membimbing membaca Alquran.

Hal yang sama dirasakan oleh Marjuni (56 tahun). Pensiunan BPR BKK Boyolali ini datang jauh-jauh sendirian demi mendapatkan ilmu agama selama Ramadan.

Meski demikian, istri dan ketiga anaknya setuju dirinya mengikuti iktikaf sampai 20 hari ke depan. Usut punya usut, Marjuni memang sejak lama mempunyai niat beriktikaf di sebuah tempat.

"Tidak ada keluarga yang mendampingi. Datang dari hari Jumat. Karena sudah pensiun, mencari ilmu karena urusan dunia sudah selesai," ungkap Marjuni.

Datang Jauh-jauh Demi 'Kemewahan' Iktikaf di Masjid An Nahl Foto: Grandyos Zafna/detikcom


Jika Marjuni iktikaf 20 hari, ada peserta lain yang lebih lama, yakni selama 30 hari penuh. Dia adalah Muhammad Aziz Muslim (36), asal Tasikmalaya yang juga datang sendiri. Dia beriktikaf 30 hari karena sengaja meluangkan waktunya selama Ramadan untuk beribadah dan menghafal Alquran.

"Dapat info ada kegiatan di sini dari salah satu teman lewat grup WhatsApp. Nah di situ saya langsung cek secara detail kemudian daftar. Dari Tasik saya meluncur ke sini. Dan niat saya tekad untuk mengisi full sampai hari terakhir Ramadan," pungkasnya.


(rns/rns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed