ADVERTISEMENT

Jokowi: Sekolah-Ruang Publik Harus Bersih dari Ideologi Terorisme

Ray Jordan - detikNews
Selasa, 22 Mei 2018 15:09 WIB
Presiden Jokowi/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, pendekatan dengan soft power perlu dilakukan dalam upaya penanggulangan terorisme. Caranya dengan membersihkan sekolah hingga ruang publik dari ideologi terorisme.

Jokowi mengatakan, penanggulangan terorisme selama ini fokus menggunakan pendekatan hard power atau mengedepankan tindakan pencegahan sebelum teror dilakukan. Tindakan tersebut dilakukan dengan penegakan hukum yang keras, tegas dan tanpa kompromi dengan memburu dan membongkar jaringan teroris sampai ke akar-akarnya.

"Pendekatan hard power jelas sangat diperlukan tapi belum cukup. Saatnya kita seimbangkan dengan soft power," katanya.



Jokowi meminta, agar juga digunakan pendekatan soft power dalam upaya penanggulangan terorisme. Pendekatan ini bukan hanya dengan memperkuat program deradikalisasi kepada mantan napi teroris, tetapi, mulai dari sekolah hingga ruang publik harus dibersihkan dari ideologi terorisme.

"Saya minta pendekatan soft power yang kita lakukan bukan hanya dengan memperkuat program deradikalisasi kepada mantan napi teroris, tapi juga bersihkan lembaga mulai dari TK, SD, SMP SMA, perguruan tinggi, ruang-ruang publik, mimbar-mimbar umum dari ajaran ideologi terorisme," tegas Jokowi.

Jokowi mengatakan, berkaca dari kasus bom di Surabaya dan Sidoarjo yang melibatkan anak kecil, langkah preventif sangat penting. Kejadian ini menjadi peringatan, keluarga menjadi target doktrinisasi terorisme.

"Ini menjadi wake up call betapa keluarga jadi target indoktrinasi terorisme. Sekali lagi saya ingatkan, ideologi telah masuk ke keluarga kita, sekolah kita. Untuk itu saya minta pendekatan hard power dan soft power dipadukan, diseimbangkan sehingga aksi pencegahan dan penanggulangan terorisme bisa berjalan jauh lebih efektif lagi," jelasnya.


(jor/fdn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT