DetikNews
Selasa 22 Mei 2018, 15:08 WIB

JK: Pasukan 'Super Elit' TNI Beroperasi Tergantung Kebutuhan

Rina Atriana - detikNews
JK: Pasukan Super Elit TNI Beroperasi Tergantung Kebutuhan Wapres JK (Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom)
Jakarta - Muncul isu Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI atau 'pasukan elit' TNI akan diaktifkan kembali untuk membantu Polri dalam memberantas terorisme. Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK) menilai keberadaan keterlibatan Koopssusgab TNI tersebut nantinya sesuai kebutuhan.

"Tergantung kebutuhan, apa yang dioperasikan. Kalau operasi untuk pengamanan pengawalan negara, dari luar, tergantung apa masalahnya," ujar JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (22/5/2018).

Hanya saja, lanjut JK, memang perlu ada koordinasi antara Polri dan TNI. Sebab menurut JK, baik TNI maupun Polri memiliki kelebihan masing-masing dan bisa saling melengkapi.

"Tapi memang perlu koordinasi TNI dan polisi, selalu seperti itu. Karena kalau tidak koordinasi kekuatan kita kan lemah. ada hal-hal tertentu masing-masing punya kelebihan, tugasnya sesuai undang-undang. Koordinasi sangat penting," tutur JK.


JK yakin kerja sama kedua lembaga tersebut tak akan menimbulkan friksi (perbedaan pendapat). Apalagi di masa lalu Polri sendiri pernah berada di bawah ABRI.

"Justru sebaliknya kalau tidak ada koordinasi akan menimbulkan friksi-friksi. Seperti operasi teroris di Poso itu kan banyak. Dulu kan satu, sebelum reformasi polisi di bawah ABRI, pernah terjadi. Bukan baru, pernah terjadi dalam satu komando," jelas JK.

Sebelumnya Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjelaskan tugas Koopssusgab TNI. Pasukan elite ini terlibat jika ada permintaan dari Kapolri.

"Yang buat apresiasi tentang situasi kan Kapolri, makanya kita siapkan sepenuhnya. Kapolri minta, mainkan. Kapolri minta, mainkan," ujar Moeldoko di Istana Negara, Jumat (18/5).
(rna/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed