DetikNews
Selasa 22 Mei 2018, 11:30 WIB

KPK Cari Bukti Tudingan Ponakan Novanto soal Duit ke Nurhayati

Nur Indah Fatmawati - detikNews
KPK Cari Bukti Tudingan Ponakan Novanto soal Duit ke Nurhayati Nurhayati Ali Assegaf (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Di bawah sumpah, keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, mengaku pernah menyerahkan USD 100 ribu kepada Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf. Kesaksian Irvanto itu akan ditelusuri KPK lebih jauh.

"Nanti akan kita dalami dulu informasi tersebut. Apa ada bukti-bukti lain yang mendukung juga perlu ditelusuri. Fakta-fakta sidang pasti kami cermati," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah ketika ditanya tentang kesaksian Irvanto tersebut, Selasa (22/5/2018).

"Yang perlu dipahami, dalam pembuktian sebuah keterangan tidak bisa berdiri sendiri, harus dilihat kesesuaian dengan bukti lain. Jadi mari kita simak dulu persidangan yang masih akan berjalan di kasus e-KTP ini," imbuhnya.


Dalam persidangan yang digelar pada Senin (21/5) kemarin, Irvanto juga mengaku telah mengajukan diri sebagai saksi pelaku yang bekerja sama atau justice collaborator. Untuk itulah, Irvanto ingin buka-bukaan ke KPK agar hukumannya kelak dapat lebih ringan apabila mendapat status justice collaborator itu.

Namun, bagi KPK, status justice collaborator tidak dengan mudah didapatkan seorang tersangka. Seseorang yang mengajukan status itu haruslah mengakui perbuatan, bekerja sama, serta membongkar calon tersangka lain yang memiliki peran lebih tinggi.

"Tentu kami sedang pertimbangkan. Namun apa saja yang disampaikan saat pemeriksaan tentu belum bisa kami buka," kata Febri.

'Nyanyian' Irvanto itu sebenarnya sudah pernah ia sampaikan ketika bersaksi dalam persidangan pusaran kasus korupsi proyek e-KTP. Sejumlah nama disebut Irvanto yang memang berperan sebagai pengantar uang. Namun khusus nama Nurhayati, baru pada persidangan kemarin terungkap dari mulut Irvanto.


Di sisi lain, Nurhayati membantah kesaksian Irvanto di bawah sumpah tersebut. Dia menyebut tudingan Irvanto sebagai fitnah yang sadis di bulan Ramadan.

"Irvanto, yang juga ponakan Setya Novanto, harus saya nyatakan sedang memfitnah saya dengan kejam dan sadis di bulan Ramadan ini. Tampaknya setan di hatinya masih berkeliaran, padahal mestinya di bulan yang suci ini semua setan dibelenggu, tapi yang ini tampaknya tidak," kata Nurhayati dalam pernyataan tertulis kepada wartawan.

"Saya mohon, kepada siapa pun, berhenti menebar fitnah kepada saya karena saya tidak terlibat sama sekali dalam kasus e-KTP. Saya tidak kenal Setya Novanto kala itu, saya tidak kenal Irvanto. Jadi ini semua fitnah," imbuh Nurhayati.
(dhn/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
BERITA TERBARU +