DetikNews
Selasa 22 Mei 2018, 07:19 WIB

NU: Anies Urus Pemerintahan DKI Saja, Tarawih Bisa Jalan Sendiri

Jabbar Ramdhani - detikNews
NU: Anies Urus Pemerintahan DKI Saja, Tarawih Bisa Jalan Sendiri Foto: Masjid Istiqlal (Rudi Chandra/d'Traveler)
Jakarta - Rencana Pemprov DKI Jakarta menggelar salat tarawih berjemaah di Monas batal. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memindahkan lokasi tarawih ke Masjid Istiqlal.

Wasekjen PBNU Masduki Baidlowi mengatakan keputusan itu bagus. Karena, kata Masduki, tugas umat Islam adalah membuat masjid hidup dengan berbagai kegiatan.

"Kalau dipindah ke Masjid Istiqlal bagus. Itu namanya memang the right man on the right place. Artinya memang semestinya memang begitu. Umat Islam itu kan ditugaskan untuk memakmurkan masjid," kata Masduki saat dihubungi, Senin (21/5/2018) malam.


Dia mengatakan masjid semestinya dijadikan pusat kebudayaan. Di dalam masjid semestinya ramai dengan kegiatan pendidikan, ekonomi, hingga pendidikan politik yang mengajarkan keadaban dan kenegaraan.

"Asal bukan politik praktis ya," ujarnya.

Masduki menambahkan, Ramadan ini semestinya jadi momentum umat Islam untuk memakmurkan masjid. Sebab, di luar Ramadan, biasanya masjid sepi dengan kegiatan-kegiatan.


Selain itu, banyak masjid di Jakarta yang memiliki nilai sejarah tinggi. Oleh sebab itu, kata Masduki, hal tersebut semestinya jadi faktor pendorong untuk memakmurkan masjid.

"Masjid di Jakarta kan ada banyak yang punya nilai historical. Seperti masjid di Tanjung Priok sana sebagai lambang perlawanan Belanda. Jadi wajar kalau Ramadan itu memakmurkan masjid. Kok malah masjid mau ditinggalkan dan salat di Monas," ucapnya.

Masduki mengatakan tak sebaiknya Gubernur DKI Jakarta mengurus soal tarawih berjemaah. Menurutnya, Gubernur DKI semestinya mengurus soal pemerintahan dan pelayanan kepada publik.


"(Pemindahan lokasi tarawih ke Istiqlal) Sudah tepat. Lagipula Gubernur DKI itu jangan urusi yang salat-salat gitu lah. Urusi yang tupoksinya (tugas pokok fungsi) saja yaitu pemerintahan. Bagaimana supaya pemerintahan baik, bagaimana supaya kalau yang dulunya banjir, berkurang. Itu masyarakat Jakarta puas. Dari macet jadi tidak macet. Pelayanan publik semakin bagus," ucap Masduki.

"Kalau urusan tarawih tanpa diurus akan jalan. Kalau dia ngurusin tarawih dan ngumpulin orang banyak, malah banyak yang curiga. Ada apa ini kok tiba-tiba ngurusin tarawih untuk persatuan umat Islam, ada apa? Padahal tanpa diurus, tarawih akan jalan apakah 23 rakaat apakah 8 rakaat," sambung dia.

Sebelumnya diberitakan, rencana Pemprov DKI gelar tarawih berjemaah di Monas mendapatkan kritik dari MUI maupun ormas Islam seperti PBNU dan Muhammadiyah.


Hingga kemudian Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mematuhi rekomendasi dari MUI dan Ormas Islam untuk memindahkan salat tarawih akbar di Monas ke masjid. Anies memindahkan salat tarawih itu di Masjid Istiqlal.

"Kami dalam ibadah merujuk pada ulama. Salat tarawih akan tetap jalan pada 26 Mei di Masjid Istiqlal," kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (21/5/2018).


Anies batalkan acara tarawih akbar di Monas, tonton videonya:


(jbr/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed