DetikNews
Senin 21 Mei 2018, 22:29 WIB

Yenny: Masyarakat Harus Aktif Beri Masukan ke Kemenag soal Mubalig

Indra Komara - detikNews
Yenny: Masyarakat Harus Aktif Beri Masukan ke Kemenag soal Mubalig Yenny Wahid (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid menilai daftar rekomendasi 200 mubalig atau penceramah yang dikeluarkan Kementerian Agama (Kemenag) belum final. Menurutnya, daftar penceramah versi Kemenag masih bisa ditambah.

"Kalau yang saya pahami, ini bukan daftar yang fixed. Jadi bisa ditambah lagi dan Kemenag menunggu masukan masyarakat. Jadi saya pikir masyarakat juga harus aktif memberi masukan kepada Kemenag tentang daftar itu," kata Yenny kepada wartawan di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (21/5/2018).

Yenny mengatakan memiliki nama penceramah yang bisa masuk dalam rekomendasi Kemenag. Namun, dia mengingatkan, penceramah yang bertentangan dengan NKRI tidak perlu dimasukkan dalam daftar.

"Banyak (nama yang bisa dimasukkan). NU kan mubalignya ratusan ribu, belum masuk semua. Saya harap daftar mubalignya ke depan bisa merangkul lebih banyak mubalig. Yang memang jelas-jelas bertentangan dengan NKRI memang tidak bisa dimasukkan. Tapi kan mubalig kita pasti lebih dari 200 orang," tuturnya.

Yenny tak begitu mempermasalahkan daftar nama penceramah yang dikeluarkan Kemenag. Sebab, menurutnya, pemerintah memiliki pertimbangkan sehingga muncul 200 nama yang diumumkan.

Namun Yenny tetap mempertanyakan indikator yang digunakan Kemenag dalam menjaring mubalig tersebut. Dia berharap Kemenang membuka diri, menerima masukan masyarakat, agar tidak terjadi perdebatan.

"Menurut saya, Kemenag menggunakan beberapa pertimbangan, mulai keilmuan sampai kecintaan terhadap NKRI. Nah, mungkin kita bisa bertanya kepada Kemenag, dasar penyusunannya itu apa, jadi masyarakat nggak jadi kontroversi di tengah masyarakat," tutur Yenny.

"Ini bulan Ramadan, nggak usah gaduh-gaduh. Justru kalau masih ada kekurangan dari Kemenag, dilengkapi saja daftarnya. Kasih masukan yang baik. Jangan kemudian berburuk sangka dengan mengatakan bahwa ini adalah upaya memecah-belah," lanjutnya.


Soal 200 nama mubalig, Kemenag menegaskan daftar ini akan terus diperbarui.

"Itu rilis awal, kami update berikutnya," kata Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin.

Amin menjelaskan daftar ini dibuat guna melayani masyarakat terkait daftar mubalig atau penceramah. Kemenag mendapat banyak pertanyaan dari masyarakat tentang rekomendasi mubalig. Pertanyaan-pertanyaan itu semakin banyak sehingga Kemenag mengeluarkan rekomendasi tersebut.




(idn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed