"Ada laporan unprocedure yang dilakukan oleh oknum Polda NTB. Ya, tindakannya berupa melepaskan tembakan di sekitar tambak udang di Desa Dara Kunci, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur," kata kuasa hukum warga Desa Dara Kunci, Isnaldi, di kantor Kompolnas, Jalan Tirtayasa VII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (21/5/2018).
Dia mengatakan peristiwa ini terjadi pada Selasa (15/5) sekitar pukul 16.00 Wita. Isnaldi mengatakan kedatangan personel Polda NTB itu berawal dari laporan seorang investor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tanggal 15 (Mei) mereka datang ke lokasi mengambil barang-barang. Mereka datang di lokasi itu didampingi oleh pelapor, Saudara David Supriadi. Ketika ambil barang-barang kemudian diangkut, dibawa ke mobil," ujar dia.
Setelah itu, beberapa oknum datang ke lokasi tambak. Di situ, oknum polisi melepaskan beberapa kali tembakan ke arah papan penanda tambak yang terbuat dari pelat besi.
Tembakan itu membuat warga merasa diintimidasi. Saat itu, kata Isnaldi, ada warga yang tengah mengambil rumput laut dan ada juga yang memancing. Namun tak ada korban dari peristiwa ini.
"Ada tambak di sini, ada kolam-kolam di situ, mereka melepaskan tembakan. Tembakannya ke kolam. Di sanakan laut tuh. Nah waktu di lepaskan tembakan itu, walaupun tidak di arahkan ke warga, warga merasa ada intimidasi dengan adanya suara tembakan itu," ujarnya.
Dia mengatakan warga mendengar 7 kali letusan tembakan. Ditemukan 4 selongsong bekas peluru tersebut. Warga berharap ada penyelidikan terkait peristiwa tersebut.
Warga mengaku sudah sempat melaporkan peristiwa ini ke Bidang Propam Polda NTB. Mereka juga sempat ingin menemui Dirkrimum Polda NTB, namun tak berhasil. Warga ingin ada penyelesaian kasus ini.
"Ya penyelesaian di sana berjalan, cuma secara hukum tetap kita akan hadapi. Kan kita sebagai terlapor, ada panggilan kita akan datang. Cuma yang kita sesalkan ini, kenapa ada pelapor, bawa-bawa anggota ke tambak. Surat tugasnya mana, kepentingannya apa," tutur dia. (jbr/tor)











































