Farhan Alfarizi dan Azhar Khalid adalah dua imam yang mengikuti program ini. Kedua santri Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an Tangerang ini mengaku harus menyeberangi lautan selama hampir tiga jam dari Tarakan menuju Pulau Sebatik.
Farhan mengaku bahagia bisa berbagi motivasi Qur'an kepada masyarakat Pulau Sebatik. Begitu pula dengan Azhar, perjalanan panjang menyeberang dari laut satu ke laut yang lain tak sebanding dengan pelajaran hidup yang ia dapat dari setiap langkahnya di kepulauan Kalimantan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya sampai di situ, dengan didukung oleh donasi sedekahonline.com, Farhan dan Azhar akan terus menjelajahi masjid-masjid di kepulauan Kalimantan hingga 29 Ramadan nanti.
Kedatangan mereka disambut antusias. Masyarakat pun terinspirasi untuk menjadi penghafal Alquran setelah para imam memimpin salat Isya dan tarawih berjemaah di Masjid Nurul Huda yang terletak berbatasan dengan Malaysia.
"Masyarakat sangat antusias sekali dan ingin anak-anak juga bisa seperti imam muda. Malahan mereka minta kalau bisa jangan cuma satu malam saja," ujar Koordinator PPPA Daarul Qur'an Cabang Kalimantan Utara (Kaltara), Muhammad Ilham dalam keterangan tertulis, Senin (21/5/2018).
Ada puluhan imam muda lainnya yang disebar ke seluruh penjuru Indonesia serta beberapa negara di Asia untuk menebar dakwah dan memotivasi masyarakat. (mul/mpr)











































