DetikNews
Senin 21 Mei 2018, 15:30 WIB

Moeldoko: Jokowi Mati-matian Perjuangkan Agenda Reformasi

Ray Jordan - detikNews
Moeldoko: Jokowi Mati-matian Perjuangkan Agenda Reformasi Presiden Joko Widodo sebelum memimpin rapat kabinet terbatas. (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Reformasi di Indonesia sudah berjalan 20 tahun. Pemerintah memastikan Presiden Joko Widodo masih menjalankan agenda reformasi.

"Dalam perjalanan pemerintahan, Presiden Jokowi dan jajarannya mati-matian memperjuangkan tiga agenda reformasi tersebut melalui serangkaian kebijakan," ujar Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (21/5/2018).


Agenda reformasi yang dijalankan pemerintah antara lain pemberantasan pungli, penguatan kerangka regulasi untuk mencegah korupsi, dan kebijakan subsidi untuk rakyat miskin. Namun, dalam perjalanannya, kata Moeldoko, masih terdapat sejumlah tantangan.

"Tentu saja dalam pelaksanaannya, terdapat tantangan yang tidak mudah untuk diselesaikan. Terdapat sejumlah persoalan yang belum dapat terpecahkan mengingat kompleksnya persoalan, termasuk di antaranya karena berbagai perubahan sosial, politik, ekonomi, teknologi yang berlangsung dalam 20 tahun terakhir," jelas Moeldoko.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (Foto: Instagram @dr_moeldoko)

Moeldoko menambahkan dirinya memahami bahwa reformasi bukan hanya sebuah momentum yang diperingati dan dirayakan. Mantan Panglima TNI ini mengaku merasakan dan turut mengambil bagian dalam upaya pemerintah melakukan reformasi dan perbaikan, baik yang berskala kecil, menengah, maupun besar.

"Semua itu dilakukan supaya cita-cita reformasi yang diamanatkan 20 tahun silam dapat dinikmati dan dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan perlunya generasi saat ini menjalankan agenda reformasi. Apabila agenda itu tak dilaksanakan, kata SBY, bisa-bisa reformasi terjadi lagi.

"Generasi sekarang dan mendatang wajib jalankan dan wujudkan amanah reformasi tersebut. Kalau tidak, bisa ada reformasi lagi di masa depan," tutur SBY melalui akun Twitter-nya yang dikutip.
(jor/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed