"Apa yang dilakukan pemerintahan Jokowi kan sesungguhnya dalam rangka mewujudkan empat hal tersebut (amanah reformasi). Hanya saja, bahasa normatifnya dengan istilah Nawacita," kata Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Senin (21/5/2018).
Dalam cuitan berserinya, SBY menyebut beberapa indikator yang harus dihindari agar reformasi tak terjadi lagi di masa depan. Pertama, kata SBY, kekuasaan tak boleh terlalu absolut, agar kebebasan rakyat dan demokrasi hidup. Kedua, hukum tegak dan tak tebang pilih. Ketiga, ekonomi adil dan menyejahterakan seluruh rakyat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: SBY: Reformasi Bisa Terjadi Lagi, Jika... |
Keempat, dalam politik praktis (termasuk pemilu), negara (termasuk TNI, Polri dan BIN) netral dan tak berpihak. Ini menurut SBY merupakan semangat yang harus tetap menjadi pedoman dalam mewujudkan demokrasi.
Bagi Ace, apa yang diingatkan SBY tersebut, saat ini sedang dijalankan pemerintah Jokowi. Ace juga tak sependapat jika cuitan SBY ini dianggap bentuk protes lanjutan Ketum PD itu ke Jokowi yang mengungkit harga BBM di masa lampau.
"Jadi, pernyataan Pak SBY tidak dalam konteks #SBYJelaskan itu," tegas Ace.
"Jadi menurut saya tak perlu dipertentangkan antara apa yang disampaikan Pak SBY dengan langkah-langkah yang dilakukan pemerintahan Jokowi ini," imbuh dia. (gbr/dkp)











































