DetikNews
Senin 21 Mei 2018, 09:57 WIB

PPP: 'Sahabat Romahurmuziy' Tak Berkaitan dengan Pilpres

Tsarina Maharani - detikNews
PPP: Sahabat Romahurmuziy Tak Berkaitan dengan Pilpres Sahabat Romahurmuziy di Pekalongan (Foto: Dok. PPP)
Jakarta - Memasuki bulan Ramadan, Sahabat Romahurmuziy punya berbagai kegiatan di kota-kota di Indonesia. PPP menegaskan gerakan itu tak berkaitan langsung dengan Pilpres 2019.

"Sebenarnya tidak ada hubungannya langsung dengan kontestasi pilpres. Itu kebetulan saja dan telah dirancang sejak lama," kata Wasekjen PPP Achmad Baidowi kepada wartawan, Senin (21/5/2018).

Awiek--sapaan akrab Baidowi--menjelaskan kegiatan serupa telah dilaksanakan sejak beberapa tahun lalu. Namun khusus tahun ini, ia tak menampik kegiatan tersebut makin digencarkan.


Alasannya, untuk 'menyatukan' kembali kepengurusan PPP di bawah kepemimpinan Rommy pascakonflik dualisme yang sempat terjadi di tubuh partai.

"Tahun ini lebih gencar dan lebih luas karena sekaligus momentum PPP untuk soft approach setelah kepengurusan kembali dalam satu komando pascakonflik tiga tahun. Kebetulan juga sudah mulai masuk tahun politik," jelas Awiek.

Wasekjen PPP Achmad Baidowi.Wasekjen PPP Achmad Baidowi. (Parastiti Kharisma Putri/detikcom)

"Nah, sekarang ini kan belum boleh untuk kampanye partai sebelum tanggal 23 September, makanya kita manfaatkan sarana yang ada. Termasuk dengan PPP BeJo (PPP Bersama Jokowi) juga kami lakukan," imbuh anggota DPR itu.


Namun Awiek tak mempermasalahkan jika publik menilai gerakan Sahabat Romahurmuziy ini disebut sebagai pencitraan menjelang pilpres. Menurut dia, hal itu di luar kendali PPP.

"Jika publik yang menilai itu ada urusan pencitraan terkait pilpres, itu bukan dari kami dan kami tak bisa melarangnya," sebutnya.

"Karena kami tidak pernah mengarahkan opini publik, biarlah itu berjalan alamiah," tambah Awiek.

Sahabat Romahurmuziy punya kegiatan, seperti bagi-bagi takjil dan salat tarawih bersama. Disebutkan, hal itu dilakukan di berbagai daerah di Indonesia.

"Sahabat Romahurmuziy ini sudah terbentuk di banyak kota di Indonesia. Tidak hanya di beberapa ibu kota provinsi, namun juga di tingkat kabupaten dan kota," ucap kordinator pembagian takjil di Pekalongan, Jawa Tengah, Ahmad Nahdliyin, Minggu (20/5).
(tsa/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed