DetikNews
Senin 21 Mei 2018, 08:48 WIB

Jejak Taufhan: 2009 Korupsi, 2014 Buron, 2018 Ditangkap di Hotel

Andi Saputra - detikNews
Jejak Taufhan: 2009 Korupsi, 2014 Buron, 2018 Ditangkap di Hotel Taufhan ditangkap kejaksaan (ist)
Makassar - Pengusaha asal Makassar, Taufhan Ansar Nur ditangkap di hotel mewah di bilangan segi tiga emas Jakarta usai berbuka puasa. Koruptor proyek Pasar Pa'Baeng-baeng, Makassar itu dijebloskan ke penjara untuk menjalani masa hukuman 4 tahun penjara.

Berikut perjalanan kasus Taufhan sebagaimana dikutip dari putusan Peninjauan Kembali (PK) Nomor 160 PK/Pid/Sus/2016, Senin (21/5/2018):

2009
Pemkot Makassar mengalokasikan APBD renovasi pasar tradisional Pasar Pa'baeng-baeng. Anggaran yang dikucurkan sebesar Rp 12,5 miliar.

Proyek itu dimenangkan oleh PT Citratama Tumiurindo dengan Dirut Taufhan Ansar Nur.


Dalam pelaksanaannya, proyek itu penuh dengan patgulipat. Alhasil, Pemkot Makassar dirugikan sebesar Rp 1 miliar. Atas hal itu, jaksa membawa kasus itu ke meja hijau.

2 November 2011
Taufhan dituntut 2 tahun penjara.

5 Januari 2012
Pengadilan Negeri (PN) Makassar menjatuhkan hukuman kepada Taufhan selama 1 tahun penjara. Status Taufhan adalah tahanan kota.


30 Juli 2012
Pengadilan Tinggi (PT) Makassar menguatkan vonis Taufhan.

10 Juli 2014
Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan hukuman kepada Taufhan:

1. Hukuman pidana penjara 4 tahun.
2. Hukuman pidana denda Rp 200 juta.
3. Bila tidak membayar denda, hukuman ditambah 6 bulan kurungan.
4. Hukuman pidana uang pengganti Rp 1 miliar.

Setelah putusan kasasi ini keluar, Taufhan menghilang. Ia kabur saat jaksa hendak mengeksekusinya.


20 Maret 2017
MA menolak PK Taufhan.

18 Mei 2018
Kejaksaan menangkap Taufhan.

"Intel kejaksaan berhasil mengamankan DPO Taufhan Ansar Nur pada Jumat (18/5) pukul 18.35 WIB di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, seusai buka bersama," ujar Jamintel Kejagung, Jan S Maringka.

Taufhan langsung dijebloskan ke penjara. Taufhan merupakan buron ke-108 yang terjaring Operasi Tangkap Turonan (Operasi Tabur 31.1).


Simak juga video "Begini Awalnya Korupsi Mengakar di Indonesia":

(asp/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed