DetikNews
Minggu 20 Mei 2018, 21:30 WIB

Lepas, Teror Piton Raksasa di Sumsel Berlanjut

Raja Adil Siregar - detikNews
Lepas, Teror Piton Raksasa di Sumsel Berlanjut Foto: Ular piton raksasa sepanjang 8 meter bikin geger warga Sumsel (Screenshot video Husni Awal)
Jakarta - Ular piton raksasa sepanjang 8 meter yang ditemukan warga Panukal Abab Lematang Ilir (Pali), Sumatera Selatan diduga sebagai dalang di balik hilangnya ternak ayam dan anak kambing. Kini setelah ular itu lepas, teror itu pun berlanjut.

Piton raksasa sepanjang 8 meter itu berhasil ditangkap warga pada Kamis (17/5) lalu. Proses penangkapan ular itu pun butuh tenaga empat orang.

Salah satu warga setempat, Sartono, mengatakan ular butuh waktu tiga jam untuk menaklukkan ular tersebut. Piton itupun ditangkap saat melintas di dekat perkampungan padat penduduk di Desa Sungai Limpah, Talang Ubi.

"Lebih panjang ularnya dari pada lebar bahu jalan. Warga tidak berani nangkap sendirian, jadi ada sekitar 4 orang yang ikut menangkap. Ularnya sangat liar dan sempat mencoba melilit warga juga," kata Sartono saat dihubungi detikcom, Minggu (20/5/2015).


Setelah perburuan selama tiga jam di semak belukar itu, akhirnya piton raksasa itu berhasil ditangkap. Sartono mengatakan sebelum piton itu ditangkap, banyak ternak warga yang hilang misterius.

"Kami yakin ular inilah yang memangsa ternak disini. Dengan ukuran yang cukup besar saya rasa tidak hanya ayam dan anak kambing saja, induknya juga pasti bisa dimangsa, kalau dibiarkan dia tetap berkeliaran," ucap Sartono.


Piton raksasa yang ditangkap warga itupun kemudian diserahkan ke Kepala Dusun II Desa Sungai Limpah Ali Sipin. Oleh Sipin ular itu diikat di pekarangan rumahnya.

Ular piton raksasa itupun sempat jadi tontonan warga. Bahkan anak-anak pun tak terlihat takut bermain-main di dekat ular tersebut. Nahas, Minggu dini hari tadi ular itu lepas dari ikatannya.

"Ularnya sudah lepas. Tadi saya bangun jam 03.00 WIB pas orang sahur udah nggak ada lagi di depan rumah. Lepas dari pengikatnya, bukan tali yang putus," terang Sipin.


Sipin mengakui hewan melata itu memang tidak diikat terlalu kencang karena khawatir ular itu bisa mati. Sehingga warga hanya membuat simpul tali agar ular tidak lepas saja.

Tim BKSDA Sumsel yang mendapat informasi itu pun turun tangan. Mereka sudah di lokasi untuk melakukan pendataan soal kronologi penemuan piton raksasa tersebut hingga akhirnya terlepas.

"Sampai sore ini masih digali keterangan dari warga dan perangkat desa. Apakah nanti akan diburu lagi atau dicari, kami tunggu keterangan warga dan petunjuk dari pimpinan," kata staf BKSDA Sumsel Resort Muaraenim, Rojali.


Dihubungi terpisah, Kepala BKSDA Sumsel Genman P Hasibuan meminta warga tetap waspada. Sebab ukuran piton panjang 8 meter itu tak biasa, dan mampu memangsa manusia hingga satu ekor kerbau.

"Sepertinya ular baru saja makan, karena gerakannya kalau saya lihat di video yang beredar terlihat lambat dan itu bukanlah gerakan ular piton normal. Jika melihat ukurannya, ular piton itu sanggup untuk memangsa manusia, bahkan satu ekor kerbau pun bisa," urai Genman.

Dia menyebut jika ular itu sudah lepas akan sulit ditemukan. Untuk itu dia meminta kewaspadaan warga ditingkatkan.

"Tapi kalau sudah lepas ya sulit itu ditemukan lagi. Saya mengimbau warga untuk tetap waspada dulu," pesan Genman.
(ams/ams)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed