Laporan dari Turki

Di KTT OKI, JK Sebut Pidato Netanyahu Hancurkan Harapan Dunia

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Sabtu, 19 Mei 2018 02:07 WIB
Foto: dok. Setwapres RI
Ankara - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan pidatonya di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul, Turki. JK menyebut pidato PM Israel saat pembukaan Kedubes AS di Yerusalem penuh dengan arogansi.

JK menyampaikan pidatonya pada KTT Luar Biasa OKI dalam menyikapi pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem, di Istanbul Congress Center, Jumat (18/5/2018), sekitar pukul 21.30 waktu setempat.



"Saya mencermati pidato PM Netanyahu pada pembukaan Kedutaan Besar AS di Yerusalem pada tanggal 14 Mei 2018. Pidato tersebut penuh arogansi dan menghancurkan harapan rakyat Palestina, harapan kita semua, harapan dunia," ujar JK dalam pidatonya.

Salah satu yang menjadi sorotan JK, dalam pidatonya Netanyahu menyebut Yerusalem tak dapat dipisahkan dari ibu kota Israel.

"Netanyahu antara lain mengatakan, 'Yerusalem tidak dapat dipisahkan. Yerusalem menjadi ibu kota Israel.' Pernyataan ini sangat berbahaya," kata JK sambil menirukan ucapan Netanyahu.

Selain itu, JK menyinggung korban jiwa dari warga Palestina saat pembukaan Kedubes AS di Yerusalem.



"Sudah lebih dari 50 nyawa melayang. Dan kita tidak pernah tahu berapa lagi nyawa akan melayang karena penggunaan kekuatan yang berlebihan dari Israel," ucapnya.

JK pun menanyakan nasib bangsa Palestina dan masa depan proses perdamaian di wilayah tersebut. Dalam pertemuan tingkat menteri delegasi negara OKI, Indonesia telah menginisiasi draf statement OKI mengenai pemindahan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem.



"Terima kasih atas dukungan Turki, Bangladesh, dan semua negara anggota sehingga statement tersebut dapat terwujud. Persamaan sikap negara OKI harus diteruskan, harus ditingkatkan," ungkapnya.

"OKI harus bersatu dalam membantu Palestina. OKI harus jadi motor utama penggerak dukungan terhadap Palestina. Mari kita sisihkan sementara perbedaan di antara kita," imbuhnya.

Menurut JK, jika OKI bersatu, perjuangan untuk membantu dan membela Palestina akan memberi hasil yang lebih baik. Untuk itu, OKI harus terus berjalan bersama.

"Jika OKI bersatu, saya yakin hasil perjuangan kita akan jauh lebih baik," tuturnya. (nvl/nkn)