Jokowi: Jangan Sampai Keluarga Hancur karena Ideologi Terorisme

Andhika Prasetia - detikNews
Jumat, 18 Mei 2018 17:52 WIB
Jokowi saat berbuka puasa bersama dengan menteri dan pimpinan lembaga. (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo mengecam keras aksi terorisme. Jokowi berharap tidak ada lagi masyarakat yang hancur karena ideologi tersebut.

"Kita berharap semuanya jangan sampai ada lagi keluarga Indonesia yang hancur karena ideologi ini," ujar Jokowi saat berbuka puasa bersama dengan menteri dan pimpinan lembaga di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (18/5/2018).

Dalam aksi teror di gereja di Surabaya dan Mapolrestabes Surabaya, anak-anak turut dilibatkan. Jokowi menilai hal tersebut tak berperikemanusiaan dan sangat kejam.



"Yang ingin saya garisbawahi adalah betapa kejam dan kejinya ideologi terorisme yang sudah membawa anak-anak dalam kancah aksi-aksi mereka," papar Jokowi.

"Saya hanya ingin ingatkan ini, artinya ideologi kejam ini telah masuk dalam sendi keluarga kita, keluarga di Indonesia. Ini harus hati-hati di sini," tambahnya.

Jokowi berharap setiap keluarga memberikan nilai-nilai budi pekerti.



"Keluarga yang harusnya bangun anak rasa optimisme pada anak, beri nilai yang baik, budi pekerti pada anak, tapi justru kebalikannya. Hilang semuanya karena keluarga itu mengikuti ideologi terorisme," ujarnya.

Karena itu, pemerintah dan DPR mengebut merampungkan revisi UU Antiterorisme. Revisi UU ditargetkan rampung dalam masa sidang DPR kali ini.

"Pemerintah dengan DPR berusaha sekuat tenaga agar UU terorisme kita rampungkan dan juga pemerintah," ujar Jokowi. (dkp/rvk)