DetikNews
Jumat 18 Mei 2018, 03:01 WIB

Pro-Kontra #SBYJelaskan ke Jokowi

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Pro-Kontra #SBYJelaskan ke Jokowi Foto: Jokowi-SBY (Dok. Anung/SBY Centre)
Jakarta - Twitter sedang dibanjiri tanda pagar #SBYJelaskan. Tagar itu buntut dari cuitan berseri Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang merasa disalahkan Presiden Joko Widodo terkait harga BBM masa lalu.

Cuitan berseri SBY tersebut merupakan respons Presiden ke-6 RI itu atas pernyataan Jokowi soal harga BBM dan subsidinya dulu. SBY merasa dituding langsung oleh Jokowi.

"Dulu subsidi Rp 340 triliun, kenapa harga nggak bisa sama? Ada apa? Kenapa nggak ditanyakan? Sekarang subsidi sudah nggak ada untuk di BBM, tapi harga bisa disamakan dengan di sini. Ini yang harus ditanyakan. Tanyanya ke saya, saya jawab nanti. Ini yang harus juga disampaikan ke masyarakat," kata Jokowi dalam 'Workshop Nasional Anggota DPRD PPP' di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (15/5).

"Pak Jokowi intinya mengkritik & menyalahkan kebijakan subsidi utk rakyat & kebijakan harga BBM, yg berlaku di era pemerintahan saya. *SBY*," cuit SBY lewat Twitter @SBYudhoyono, tak lama setelah pernyataan Jokowi.


Pro kontra bermunculan menanggapi #SBYJelaskan. Ada yang membela SBY, ada juga yang melindungi Jokowi. Partai Demokrat, sebagai bagian tak terpisahkan dari SBY, memberikan pembelaan.

"Apa yang dikeluarkan kebijakan Pak SBY teduh dan tentunya harus kita berikan acungan jempol bersama. Memang harusnya yang diambil adalah seperti itu," kata Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/5).


Pembelaan juga datang dari PKS. Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menyebut SBY hanya tidak ingin ada kegaduhan yang tak berarti.

"Ini adalah masing-masing mencoba menampilkan tanggung jawabnya sesuai dengan apa yang bisa dilakukan. Yang saya pahami, Pak SBY justru ingin meredam supaya tidak ada kegaduhan. Karenanya, beliau menyampaikan nggak perlu dibuka karena akan bisa menimbulkan kegaduhan itu sendiri," sebut Hidayat.


Pembelaan untuk Jokowi juga hadir dari partai-partai pendukungnya. PPP salah satu yang mencoba meluruskan dan meredakan ketegangan antara SBY dan Jokowi.

"Itu bukan berarti menuduh bahwa pemerintahan yang sebelumnya nggak kerja. Jangan selalu dimaknai seperti itu," kata Wakil Ketua Umum PPP Arwani Thomafi.


PDIP juga membela Jokowi soal reaksi SBY. PDIP menyebut Jokowi tak bermaksud menumpahkan kesalahan kepada SBY.

"Kami tidak pernah mengkambinghitamkan masa lalu," kata Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno.


Hanura meminta SBY jernih mencernya pernyataan Jokowi. Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir meminta SBY jangan terlalu terbawa perasaan alias baper.

"Yang disampaikan Pak Jokowi memang fakta dan bukan hoax, dan nggak ada menyalahkan Pak SBY. Itu kan bukan kritikan tapi fakta yang harus diperbaiki. Jangan baper deh," kata Inas.
(gbr/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed