DetikNews
Rabu 16 Mei 2018, 19:21 WIB

Anton, Terduga Teroris Tangerang Dikenal Pendiam tapi Suka Berbagi

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Anton, Terduga Teroris Tangerang Dikenal Pendiam tapi Suka Berbagi Lokasi kedua penggerebekan teroris di Tangerang (Lamhot Aritonang/detikcom)
Tangerang - Densus 88 menggerebek tiga lokasi di Tangerang terkait terorisme. Di lokasi kedua, Densus 88 menangkap terduga teroris bernama Anton, yang sehari-hari berjualan kebab.

Adalah Fahri (25) dan Jay (26), rekan Anton, yang merupakan karyawan penjual kebab. Mereka menempati mes yang sama di Jl Delima Blok C3 Nomor 80, Kunciran, Kota Tangerang, Banten.



Mes itu terdiri atas empat kamar. Fahri dan Jay menempati satu kamar yang sama, sementara Anton menempati kamar yang berbeda sendirian.

"Pribadi (Anton) dia itu pendiam, tertutup, tapi kadang royal juga dia sama teman. Kalau punya makanan, dia kadang berbagi," kata Fahri kepada wartawan di Jalan Delima, Kunciran, Pinang, Kota Tanggerang, Rabu (16/5/2018).
Fahri dan Jay saat bercerita tentang Anton.Fahri dan Jay saat bercerita tentang Anton (Samsudhuha Wildansyah/detikcom)

Fahri mengaku jarang ngobrol dengan Anton. Ketika bertegur sapa, biasanya hanya bertanya soal kegiatan berjualan.

"Pokoknya kita kalau ngobrol cuma nanya jualan apa nggak. Sudah, gitu doang. Dia juga orangnya tertutup, pendiam," sambungnya.



Anton lebih dulu tinggal di mes itu. Fahri baru 4 bulan, sedangkan Jay baru 2 bulan menempati mes itu.

"Saya sendiri baru dua bulan (tinggal di mes). Kalau saya lihat (Anton), dia biasa saja orangnya, nggak ngeri atau apa, ya biasa saja," kata Jay.

Keseharian Anton, menurut Fahri dan Jay, hanya sebagai penjual kebab yang menggelar dagangan sejak pukul 16.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB di daerah Bintaro. Anton, kata Fahri, hanya diberi libur oleh bosnya sekali dalam seminggu. Saat liburan, kata Fahri, ia sempat melihat Anton bermain panah di halaman mes.

"Kalau bendera (ISIS) saya nggak tahu. Tapi kalau yang bundaran panah itu, saya juga kadang lihat. Temannya juga kadang suka datang, satu orang, buat main panah, tapi jarang. Saya lihat dia main panah cuma dua kali saja," kata Fahri.

Fahri lalu bercerita saat penangkapan Anton. Menurut Fahri, Anton ditangkap saat sedang mereparasi sepedanya di bengkel. Saat ditangkap, Anton dibawa ke mes oleh polisi untuk dilakukan penggeledahan di kamar Anton.

Fahri dan Jay mengatakan, selama mengenal Anton, tidak pernah melihat isi kamar Anton. Mereka juga tidak mencurigai gerak-gerik Anton selama ini.

"Saya nggak pernah ke kamar dia (Anton). Dia kalau keluar, kamarnya dikunci, apalagi dia kamarnya di atas. Kan kita nggak berani ke sana karena dia kan lebih senior," kata Fahri.
(bag/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed