DetikNews
Selasa 15 Mei 2018, 11:32 WIB

Antisipasi Lonjakan Pemudik, Kemenhub Siapkan Kapal Perintis

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Antisipasi Lonjakan Pemudik, Kemenhub Siapkan Kapal Perintis Direktur Jenderal Perhubungan Laut Agus H Purnomo (Marlinda/detikcom)
Jakarta - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi kenaikan jumlah pemudik via angkutan laut akan mencapai 2,7 persen. Untuk mengantisipasi kenaikan tersebut, Ditjen Perhubungan Laut menyiapkan kapal perintis.

Hal ini disampaikan Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Agus H Purnomo saat membuka Rapat Koordinasi Kesiapan Angkutan Laut Lebaran 2018 (1439 H). Rapat ini digelar untuk memantapkan koordinasi antarinstansi, penyedia jasa, ataupun asosiasi terkait yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2018.

"Kami akan lakukan existing kapal, salah satunya kapal perintis," ujar Agus di Redtop Hotel & Convention Centre, Jakarta Pusat, Selasa (15/5/2018).


Agus menjelaskan kapal perintis akan digunakan untuk melayani jalur dengan waktu tempuh yang pendek. Sebab, kapal perintis tidak memiliki sarana penyediaan makanan.

"Kapal perintis ini tidak bisa terlalu lama mengangkut penumpang karena tidak ada sarana menyediakan makan. Jadi kalau mereka dua hari dua malam di kapal perintis, mereka terpaksa puasa dua hari karena nggak ada persediaan. Mungkin nanti harus disediakan makanan dan minuman yang bukan masakan dapur, tapi makanan jadi, roti dan lain-lain," tuturnya.


Kendati demikian, jika dibutuhkan, kapal itu akan dioperasikan untuk perjalanan jarak jauh. "Kalau nanti disampaikan ke publik dengan kondisi itu masih mau ya saya kira bisa juga dipakai," ujarnya.

Agus mengatakan hingga saat ini belum ditentukan rute mana saja yang akan dilayani kapal perintis itu. Pengaturan rute kapal nantinya akan dilakukan sesuai dengan permintaan pemudik.

"Ada 113 trayek nanti itu ditambah, perintis sebelah sana, kemudian ditambah swasta. Sementara terkait kapasitas, kita masih mau hitung lagi karena kapal perintis sudah ada yang ready jalan, tapi belum dioperasikan karena baru selesai. Tapi ya harus ada publikasi soal makanannya," kata Agus.


Antisipasi lainnya, kata Agus, akan dilakukan penambahan kapasitas kapal selama dalam batas aman. Agus mengatakan, demi kelancaran mudik Lebaran 2018, pihaknya juga membangun Posko Penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2018. Posko itu akan dilengkapi monitor CCTV, tracking system untuk kapal penumpang dan kapal perintis, serta aplikasi pelaporan naik-turun penumpang di 52 pelabuhan pantau.

"Kemudian harus koordinasi dengan aparat penegak hukum dan yang lain. Misal dibangun posko di mana-mana. Kalau bisa bersinergi jangan bangun sendiri-sendiri. Jangan polisi bangun sendiri, kita sendiri, Pelni sendiri. Kalau bisa disinergikan, jadi effort kita dan tenaga bisa saling mengisi dari pemerintah, perusahaan, dan lain-lain," tuturnya.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Chandra Irawan dan perwakilan dari BMKG, Basarnas, TNI AL, para pejabat di lingkungan Kementerian Perhubungan, para Kepala UPT Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, para operator (perusahaan penyedia jasa), serta seluruh stakeholders terkait di bidang pelayaran.




Pesan Menhub: Yuk! Mudik pakai kapal laut:


(ams/ams)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed