DetikNews
Minggu 13 Mei 2018, 15:41 WIB

Bachtiar Nasir: Pembom Gereja di Surabaya Akan Dikutuk Allah

Danu Damarjati - detikNews
Bachtiar Nasir: Pembom Gereja di Surabaya Akan Dikutuk Allah Anggota Dewan Pembina GNPF-Ulama Bachtiar Nasir. (Samsudhuha Wildansyah/detikcom)
FOKUS BERITA: Bom Surabaya
Jakarta - Anggota Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama) Bachtiar Nasir mengutuk pemboman tiga gereja di Surabaya. Dia menyatakan simpatinya kepada keluarga korban.

"Aktor, Pelaku, Perencana dan Pendana pemboman Gereja di Surabaya, Anda tidak akan dapat bersembunyi apalagi lari dari pandangan dan kutukan Tuhan, Allah Yang Maha Melihat dan Maha Kuasa untuk membalas kalian," tulis Bachtiar Nasir lewat akun Facebooknya, Minggu (13/5/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.



Ada 11 ribu akun yang memberi tanda jempol untuk pernyataan Bahctiar ini. Ada pula 1,2 ribu akun yang memberi tanda hati. Yang memberikan tanda sedih ada 613 akun. Di bawahnya tulisan itu, Bachtiar menyertakan video pernyataannya soal bom gereja di Surabaya itu.

"Innailahi wa inna ilaihi rajiun," kata dia.

Dalam video tersebut, dia menyatakan pelaku pemboman tak akan bisa lari dan sembunyi dari Allah, karena Allah bakal dengan mudah melihat para pelaku untuk kemudian menghukum pelaku itu. Pelaku pemboman juga diyakininya tak bakal mampu memburukkan citra Islam.



"Dan Anda tidak akan pernah bisa mencoreng-moreng wajah Islam kami yang damai, yang menginginkan perdamaian, persaudararaan, dan persatuan," kata Bachtiar.

Dia mengimbau agar umat Islam tak mudah percaya dengan teori konspirasi soal teror ini. Khawatirnya, umat Islam membenarkan teori itu dan kemudian membenarkan kejahatan teror itu. "Yang akhirnya menimbulkan ujaran kebencian di antara kita. Hati-hati!" sambungnya, memperingatkan.



"Saudaraku yang non muslim, terutama yang tertimpa musibah, kita bersaudara, kita selamanya akan terus bersaudara, kita akan terus menjaga persatuan dan kesatuan kita untuk Indonesia ini. Percayalah, Indonesia akan maju ke depan selama kita terus menjaga persaudaraan kita," kata Bachtiar.

Ledakan bom pagi ini terjadi di Gereja Katolik Santa Maria Tak bercela di Jalan Ngagel Madya Utara, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Surabaya di Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, Jalan Arjuna. Sejauh ini sudah ada 11 korban tewas dan 41 korban luka-luka.



Simak juga pernyataan Muhammadiyah: "Bom Bunuh Diri Bukan Jihad!" lewat video berikut:

(dnu/van)
FOKUS BERITA: Bom Surabaya
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed