DetikNews
Minggu 13 Mei 2018, 01:09 WIB

Sandi Ingin PKL Tn Abang Jualan Secara Mobile, Seperti Apa?

Indra Komara - detikNews
Sandi Ingin PKL Tn Abang Jualan Secara Mobile, Seperti Apa? Foto: Sandiaga Uno (Istimewa).
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menjelaskan konsep penataan pedagang Tanah Abang yang harus berjualan secara mobile. Penataan Tanah Abang itu akan diterapkan saat Ramadan nanti. Seperti apa itu?

"Di Tanah Abang kan sekarang itu statis, mereka di satu lapak terus gitu, antara jam dibuka sampai akhir. Saya ingin memperkenalkan bahwa mereka mesti mobile," kata Sandi di kediaman Fauzi Bowo, Jl Teuku Umar 24, Jakarta Pusat, Sabtu (12/5/2018).

"Mereka misalnya kita tugaskan ada beberapa tempat yang kosong, baik di Tanah Abang sendiri maupun di luar Tanah Abang seperti di Kota Tua, di Taman Kota Intan, jadi kalau mereka yang mendapatkan (lapak), mereka harus berbagi, jadi jangan hanya mereka sendiri. Mereka harus berbagi dan itu moving around," sambungnya.


Sandi memaparkan, penataan pedagang Tanah Abang ini mengedepankan sistem berbagi lapak antar pedagang. Sandi sedang merumuskan bagaimana penataan pedagang ini bisa tepat sasaran.

"Iya, harus ada sharing tempat karena ini ekonomi berbagi sekarang. Saya ingin mendorong mereka juga berbagi. Berbagi lapaknya gitu. Nanti kita bisa atur, baik aplikasi maupun di secara fisik di lapangan," jelasnya.

Penataan pedagang jelang bulan Ramadan ini, dikatakannya tidak akan membuat pedagang saling berebut lapak. Konsepnya, dicontohkan Sandi, pedagang yang berjualan bisa diatur bedasar jam.

"Nggak (berebut), karena kalau kita buat misalnya gini, first come first serve, terus saya cerita di luar negeri itu mereka diatur gitu. Berdasar jamnya, mereka bisa di sini. Terus kalau mau terus (lanjut dagang), dia harus pindah ke tempat lain. Dan itu seperti kaya karavan pindah-pindah dan sistemnya pop up tetap," terang Sandi.


Adapun dijelaskan Sandi, penataan pedagang ini sebagai langkah antisipasi membludaknya pedagang pendatang di kawasan Tanah Abang. Apalagi, omzet tinggi selama Ramadan bisa menyedot pedagang terus berdatangan.

"Saya mau dorong zaman now nih, harus berpikir out of the box. Kalau nggak, alamin masalah yang sama. Ini semua naik melaporkan hasil penjualan mereka naik di Tanah Abang. Tapi sekarang semakin berita bahwa mereka naiknya omzet akan mengundang semakin banyak pedagang. Nanti akan sangat semrawut di sana jika tidak ditata sepeti ini," ujar Sandi.

Sandi bakal memanggil Dinas UMKM sampai pihak TransJakarta untuk membahas penataan tersebut. Sandi ingin pedagang di Tanah Abang bergerak dinamis.

"Hari Senin nanti saya panggil UKM, saya panggil wilayahnya, saya panggil juga TransJakarta. Kita coba tata selama bulan Ramadan apakah mungkin melakukan penataan yang dinamis," jelas Sandi.
(idn/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed