Gunung Merapi Meletus Freatik, Apa Itu?

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Jumat, 11 Mei 2018 10:23 WIB
Asap letusan freatik Gunung Merapi. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Asap letusan freatik Gunung Merapi. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Sleman - Gunung Merapi meletus tadi pagi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan jenis letusannya adalah freatik. Apa itu?

"Jenis letusan adalah letusan freatik yang terjadi akibat dorongan tekanan uap air yang terjadi akibat kontak massa air dengan panas di bawah kawah Gunung Merapi," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo P Nugroho dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Jumat (11/5/2018).



BNPB menetapkan status Gunung Merapi masih normal. Masyarakat diimbau tetap tenang.

"Jenis letusan ini tidak berbahaya dan dapat terjadi kapan saja pada gunungapi aktif," kata Sutopo.



Letusan freatik biasanya hanya berlangsung sesaat. Letusan freatik Gunung Merapi tadi pagi terjadi pada pukul 07.32 WIB.

"Gunung Merapi sebelumnya pernah terjadi letusan freatik," kata Sutopo.

Bagaimana air bisa masuk kawah?

Letusan freatik diakibatkan oleh air yang menguap. Ahli geologi UGM Rovicky Dwi Putrohadi menjelaskan, air yang masuk berasal dari hujan.

"Air hujan, tapi volumenya besar. Biasanya hujan dalam beberapa hari, kemudian masuk," kata Rovicky dalam perbincangan dengan detikcom.

Menurut Rovicky, air bisa masuk lewat retakan-retakan yang ada di puncak kawah. Air kemudian mendidih seperti pada ketel yang tutupnya terlepas ketika suhu terlalu panas.

Merapi kembali batuk, netizen ramai mendoakan. Tonton video tanggapan netizen di sini:

[Gambas:Video 20detik]

Kirimkan foto atau video kalian terkait erupsi Merapi ke PasangMata.com (bag/tor)