Hemat Energi Tak Terasa di DPR
Selasa, 12 Jul 2005 15:12 WIB
Jakarta - Mampirlah ke Gedung DPR/MPR di Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (12/7/2005). Hawa dingin yang berhembus dari AC sungguh terasa. Lift siap melayani ke lantai mana pun Anda hendak menuju. Lampu neon juga berpendar terang.Begitulah. Hingga hari ketiga usia Inpres 10/2005 tentang gerakan hemat energi, suasana di gedung wakil rakyat masih biasa-biasa saja. Tidak ada tanda-tanda penghematan energi yang signifikan seperti yang terjadi di Gedung MK, MA atau Dephub.Menurut pantauan detikcom, lampu masih bersinar terang di lorong-lorong, ruangan-ruangan, dan lobi. Meski penerangan dari sinar matahari sudah cukup, lampu-lampu di selasar Nusantara III -salah satu bangunan di DPR- tetap berpendar garang."Kalau lift dimatikan gimana ya, Mas. Soalnya yang pakai kan nggak cuma anggota DPR saja, tapi juga staf sekretariat," kata seorang PNS yang enggan disebut namanya.Saat ini mayoritas anggota dewan sedang turun ke bawah (turba) karena memasuki masa reses selama sebulan. Meski banyak ruangan yang sudah ditinggalkan anggotanya "jalan-jalan", tapi ruang para wakil rakyat itu masih tetap sejuk dan terang-benderang.Hanya ruang-ruang kerja komisi yang gelap. Ini karena ruangan sedang 'libur' karena para anggota sedang reses.Bagaimana kantor-kantor di lingkungan swasta? Suasananya normal. Misalnya saja Gedung Bursa Efek Jakarta di Jl Sudirman, Jakarta Selatan. AC tetap dipasang dingin, sehingga jaket atau jas menjadi kebutuhan untuk memberi rasa hangat.Para pelaku pasar juga tetap berpenampilan ala pebisnis, berdasi dan berjas. Lampu-lampu tidak ada yang mati. Komputer sebagai alat memantau transaksi juga tidak ada yang off.
(nrl/)











































