Wali Kota Mojokerto Kembali Diperiksa Terkait Kasus Suap

ADVERTISEMENT

Wali Kota Mojokerto Kembali Diperiksa Terkait Kasus Suap

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Rabu, 09 Mei 2018 10:11 WIB
Gedung KPK (Foto: Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta - KPK kembali memeriksa Wali Kota Mojokerto Mas'ud Yunus terkait kasus suap ke anggota DPRD. Dia diagendakan diperiksa sebagai tersangka.

Mas'ud memenuhi panggilan KPK. Dia tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (9/5/2018) pukul 09.30 WIB. Dia datang bersama Anggota DPRD Kota Mojokerto Suliyat. Dari agenda pemeriksaan, Suliyat juga akan diperiksa sebagai saksi untuk Mas'ud.

Keduanya mendaftar di resepsionis, kemudian duduk di kursi ruang tunggu. Sempat terjadi percakapan antara keduanya. Suliyat kemudian naik lebih dulu ke ruang pemeriksaan di lantai 2.

"MY (Mas'ud Yunus) diperiksa sebagai tersangka, sedangkan Suliyat diperiksa sebagai saksi," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah memberi konfirmasi.


Semenjak ditetapkan sebagai tersangka, ini adalah kali keempat Mas'ud diperiksa. Namun, KPK belum menahan Mas'ud.

Penetapan tersangka Mas'ud itu merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK. Mas'ud diduga memberi janji atau hadiah kepada pimpinan DPRD Mojokerto. Pemberian janji atau hadiah tersebut terkait pembahasan perubahan APBD.

Dalam kasus ini, KPK juga telah menetapkan Wakil Ketua DPRD Umar Faruq sebagai salah satu tersangka terlebih dahulu. Politikus PAN ini terkena OTT KPK saat masih menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto.

Selain Umar, saat itu KPK juga menangkap Kadis PUPR Wiwiet Febryanto, mantan Ketua DPRD dari Fraksi PDIP Purnomo, dan mantan Wakil Ketua DPRD dari Fraksi PKB Abdullah Fanani. KPK pun menyita uang Rp 470 juta yang diduga digunakan Wiwiet untuk menyuap ketiga pimpinan dewan. (nif/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT