Konvoi Presiden SBY Berkurang, Gubernur dan Menteri Naik Bus

Konvoi Presiden SBY Berkurang, Gubernur dan Menteri Naik Bus

- detikNews
Selasa, 12 Jul 2005 11:48 WIB
Jakarta - Rasa ingin tahu muncul saat iring-iringan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lewat Jalan Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Selasa (12/7/2005) pukul 08.45 WIB. Benarkah konvoi presiden akan berkurang? Lalu seperti apa bentuk konvoi pasca program pengiritan energi di lingkungan Lembaga Kepresidenan?Wusss...sebuah mobil Jeep Mercedes Benz meluncur dengan cepat di jalan yang sudah tampak sepi karena diseterilkan polisi lalulintas. Mobil pertama yang biasa disebut-sebut sebagai pembuka jalan rombongan Presiden meluncur. Dua menit kemudian disusul mobil pengawal dari kepolisian, 2 buah motor polisi. Berturut-turut kemudian mobil Jeep Paspampres, sedan Mercedes Benz dengan plat nomor B-1 di dampingi sebuah motor pengawal Paspampres. Di belakangnya, dua buah mobil Jeep Paspampres dan sebuah ambulan. Paling bontot sebuah mobil pengawal polisi. Cukup pendek ternyata jumlah iring-iringan ini dibandingkan hari-hari sebelumnya.Pantauan detikcom, jumlah iring-iringan tak sepanjang hari biasanya. Sebelumnya, Senin (11/7/2005) SBY menyampaikan langkah kongkret penghematan energi di lingkungan Istana Kepresidenan. Antara lain akan mengurangi jumlah iring-iringan kendaraan yang selama ini cukup panjang. Seringkali, konvoi lebih dari 10 mobil dan 6 motor. Namun kali ini, tampak 7 mobil ditambah 3 motor pengawal.Demikian juga iring-iringan Presiden SBY di Bandung juga tampak ramping. Dari Bandara Husein Sastranegara, rombongan hampir sama dengan sewaktu di Jakarta. Tiga buah motor, 7 mobil ditambah dengan 2 buah bus.Bus ini berisi para pejabat penjemput presiden seperti Gubernur Jawa Barat, Pangdam, Kapolda dan menteri-menteri yang ikut bersama dengan Presiden. Satu-satunya mobil sedan adalah yang dinaiki Presiden SBY. Salah seorang petugas pengawal VVIP saat ditemui detikcom hanya berujar pendek. "Ini penghematan mas," katanya singkat (jon/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini