Korban dinyatakan tenggelam sejak Sabtu (5/5) sekitar pukul 19.00 saat melintasi sungai untuk menuju pulang ke rumahnya usai berkebun. Namun, saat dicari, warga hanya mendapati perahu kecil tanpa pemiliknya.
Foto: Jenazah kakek Rahmani (Zulkipli-detikcom) |
Meski pencarian sempat menemukan kendala dari medan sungai yang sempit serta banyaknya batang kayu yang berserakan menuju ke lokasi, korban pun akhirnya ditemukan sejauh 400 meter dari lokasi perahu korban.
"Kami bersama tim SAR gabungan berhasil menemukan korban sekitar 400 meter dari lokasi awal perahu ditemukan," ungkap Andi Sultan selaku Kepala Basarnas yang memimpin proses pencarian, kepada wartawan, Minggu (6/5/2018).
Sementara itu, proses evakuasi korban ke rumah duka di Kampoti, Dua Boccoe disambut histeris duka sejumlah keluarga. Pihak keluarga menemukan luka di tangan korban yang diduga bekas gigitan buaya. Hal ini pun diperkuat dengan keterangan kepala desa setempat.
"Mungkin buaya yang gigit tangannya hingga terlempar ke dalam sungai, tapi tidak ada bekas gigitan di bagian tubuh yang lain," terang kepala desa setempat, Sakka, saat dikonfirmasi terpisah. (rvk/rvk)












































Foto: Jenazah kakek Rahmani (Zulkipli-detikcom)