Sandi Minta Acara Bagi-bagi Sembako Koordinasi dengan Pemprov

Mochamad Zhacky - detikNews
Kamis, 03 Mei 2018 14:39 WIB
Foto: Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (Muhammad Fida/detikcom)
Foto: Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (Muhammad Fida/detikcom)
Jakarta - Pemprov DKI Jakarta tetap mengizinkan warga menggelar acara bagi-bagi sembako. Namun, sebelum acara tersebut pihak penyelengara harus berkoordinasi langsung dengan pihak Pemprov DKI.

Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno mengatakan pihak penyelengara acara harus berkoordinasi dengan jajaran Pemprov dari tingkat kota, kecamatan hingga kelurahan. Tujuannya agar acara bagi sembako bisa berjalan aman dan tertib.

"Kita akan koordinasi bagaimana tata caranya. Kita kan pengalaman, KJP kan kita sudah lakukan tiap bulan. Jadi pemprov itu memiliki bukan hanya pengalaman tapi juga memiliki sistem prosedur," kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (3/5/2018).


"Jadi nanti siapapun yang menyelenggarakan bagi-bagi sembako harus berkoordinasi dengan kita, dengan pihak kelurahan, kecamatan, dengan pihak wilayah, dengan Pak Wali Kota, kita akan siapkan tempatnya, sehingga tidak kejadian seperti di Monas kemarin," imbuh dia.

Sandiaga menuturkan dalam acara bagi-bagi sembako aspek yang harus diperhatikan yakni mengontrol massa. Wagub usungan Partai Gerindra dan PKS itu menyakini jajarannya memiliki kemampuan untuk mengontrol para warga yang akan mendapatkan sembako.


"Crowd control itu sangat utama. Dan kita (Pemprov) sudah pengalaman menyelenggarakan beberapa event di Monas, di Kota Tua, di Taman Mini, baik juga di Ancol. Kita menangani 200-300 ribu (orang), kalau ditampung dengan baik insyaallah aman," terang Sandiaga.

Acara bagi-bagi sembako di Monas beberapa waktu lalu berakhir ricuh hingga menewaskan satu warga Pademangan, Jakarta Utara, Rizky Saputra (10). Rizky tewas karena berdesak-desakan saat ibunya hendak mengambil sembako. (zak/hri)