"Mayat perempuan tersebut diperkirakan usianya antara 30 sampai 44 tahun," kata Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Aryanto kepada detikcom, Kamis (3/5/2018).
Bimo menjelaskan, hasil autopsi diketahui korban merupakan ras Mongoloid, panjang badan 156 cm dengan kondisi membusuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil autopsi juga menunjukan, ada luka terbuka pada perut, paha kanan dan betis kiri. Selain itu patah tulang disertai jaringan yang hilang pada tulang dada akibat kekerasan benda tajam.
"Penyebab kematian dapat diakibatkan oleh kekerasan tajam pada daerah dada. Secara tersendiri, kekerasan benda tajam pada daerah paha kanan dapat menimbulkan kematian," kata Bimo.
Bimo menjelaskan, mayat perempuan ini awalnya ditemukan warga di parit di kawasan Jl Tuanku Tambusai, Payung Sekaki pada Selasa (1/5).
Warga setempat awalnya menemukan ada potongan kaki di semak-semak. Dari sana warga pun melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian.
Pihak kepolisian terjun ke lokasi untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Setelah ditelusuri, tak jauh dari potongan kaki, di dalam parit ditemukan tubuh korban lainnya.
"Saat ditemukan kondisi mayat tidak wajar. Kuat dugaan korban pembunuhan. Kasus ini masih kita selidiki lebih lanjut," tutup Bimo.
Hasil autopsi ada luka akibat benda tajam di dada, perut dan paha. Diduga penyebab kematian karena ada kekerasan bendatajam di dadan, namun kekerasan di paha dapat juga menyebabkan kematian," kata Kepala Sub Bidang Pelayanan Medis RS Bhayangkara Polda Riau, Kompol Supriyanto. (cha/asp)










































