Jual Anak di Bawah Umur ke Papua, 2 Wanita Ditangkap

Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 02 Mei 2018 17:46 WIB
Kasat Reskrim Polres Bekasi AKBP Jarius Saragih (Isal Mawardi/detikcom)
Bekasi - Anggota Polres Bekasi menangkap dua wanita berinisial ID (44) dan NY (22), pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Keduanya berkomplot untuk menjual korban yang masih di bawah umur ke Papua.

"Kita menemukan satu kasus, tindak pidana perlindungan anak. Yang dieksploitasi itu masih berumur (17 tahun). Kita hubungkan dengan tindak pidana perdagangan orang," kata Kasat Reskrim Polres Bekasi AKBP Jarius Saragih di kantornya, Jalan Pramuka, Marga Jaya, Bekasi, Rabu (2/5/2018).

Dua pelaku ID (kanan) dan NY (kiri) ditangkap polisiDua pelaku, ID (kanan) dan NY (kiri), ditangkap polisi. (Isal Mawardi/detikcom)

Korban yang dijual ialah WN (17), yang juga warga Bekasi. Pelaku memberi iming-iming korban bekerja menjadi pemandu karaoke di sebuah kafe di Nabire, Papua, dengan gaji Rp 100 ribu per jam.


Pelaku ID mengatakan ongkos perjalanan WN akan ditanggung temannya yang punya kafe di Nabire. Lalu ID menghubungi NY.

"Lalu NY menawari WN (teman mengamen dulu) sebagai pemandu karaoke. WN ini, menurut orang tuanya, tidak ada izin, makanya orang tuanya lapor ke kita. Berangkatlah WN ke Nabire," ujar Jarius.

WN berangkat dari Bekasi ke Papua pada Februari 2018. Setelah WN tiba di Nabire, ID menerima uang sebesar Rp 2 juta dari rekannya. Uang itu dibagikan lagi ke NY sebesar Rp 500 ribu.

Barang bukti yang disita dari kedua pelakuBarang bukti yang disita dari kedua pelaku. (Isal Mawardi/detikcom)


Sementara itu, selama di Nabire, WN tinggal di sebuah rumah kos. Biaya tinggal itu dipotong dari gajinya. Pelaku ID diketahui sudah menjual orang sebanyak 3 kali.

"Kalau menurut keterangan ID, sudah 3 orang (dijual). WN masih di sana (Nabire), WT sudah kembali ke Bekasi, A masih di Nabire," sebut Jarius.

Atas laporan orang tua WN, kedua pelaku ditangkap pada 30 April 2018. Kedua pelaku disangkakan Pasal 2 dan Pasal 6 UU 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang serta Pasal 88 UU 35/2014 tentang Perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Pelaku terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun. (jbr/mei)