Pak Tarno Tetap di Gorong-gorong karena Galian Sudah 'Nanggung'

Jabbar Ramdhani - detikNews
Rabu, 02 Mei 2018 12:57 WIB
Garis polisi terpasang di lokasi pekerja tertimbun tanah (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Jakarta - Tarno (42) tewas tertimbun tanah saat mengecek gorong-gorong galian pipa air di kawasan Pluit, Jakarta Utara. Hanya ada Tarno saat tanah itu ambrol dan menutup gorong-gorong.

Widiyana (18) salah satu saksi di kejadian itu mengatakan para pekerja lainnya sudah naik ke daratan untuk beristirahat. Peristiwa ini terjadi pada Selasa (1/5) sekitar pukul 17.00 WIB.


"Jadi awalnya yang masuk galian Mas Jai sama saya. Tapi saya tidak sampai masuk ke lubang (gorong-gorong). Lalu udah mau asar, jadi pada naik buat istirahat," kata Widiyana (Iyan) kepada detikcom, Rabu (2/5/2018).

Iyan yang merupakan keponakan Tarno tidak langsung naik meninggalkan pamannya. Dia bertahan di lubang galian untuk mengawasi Tarno dan berjaga-jaga dari peristiwa yang tak diinginkan. Pak Tarno tetap di gorong-gorong karena merasa galian sudah nanggung, sedikit lagi ketemu dengan jalur galian lain.

Petugas menggunakan ekskavator saat mengevakuasi Tarno yang tertimbun tanahPetugas menggunakan ekskavator saat mengevakuasi Tarno yang tertimbun tanah Foto: Ekskavator diturunkan untuk membantu proses evakuasi pekerja yang terperosok di Pluit (Eva/detikcom)



"Pak Tarno masuk ke dalam (lubang gorong-gorong). Mau cek katanya lubangnya udah mau sampe (ke titik galian lain)," kata Iyan.

"Kan di seberang lagi gali juga. Terus Pak Tarno masuk ke dalam (gorong-gorong). Belum ada 5 menit masuk, lubangnya ambrol," tambahnya.

Setelah itu Iyan berusaha membantu pamannya keluar dari timbunan tanah. Menggunakan tangan kosong, Iyan hanya dapat menggali sejauh 1 meter. Dia mengatakan jarak dia dengan Tarno ada sekitar 6 meter. Saat itu, dia tak mendengar suara dari Tarno.


"Lubangnya tertutup rata. Sudah saya gali pakai tangan 1 meter tapi masih tanah juga," ujarnya.

Petugas menduga tanah tersebut longsor karena getaran saat kendaraan melintas. Iyan mengaku tidak begitu merasa ada getaran akibat kendaraan besar melintas. Hanya saja, jalanan di lokasi galian memang tidak ditutup.

Galian tanah sudah ditutupGalian tanah sudah ditutup (Fotografer: Muhammad Fida Ul Haq/detikcom)

"Katanya sih ada getaran, ada tronton lewat. Tapi saya tidak lihat. Kalau saya tau-tau tanah ambrol, tidak merasa ada getaran. Jalan nggak ditutup," tuturnya.


Peristiwa ini terjadi pada Selasa (1/5) sore kemarin. Tarno bersama pekerja lainnya tengah mengerjakan proyek galian PAM Palyja di Jalan Jembatan Tiga, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

Evakuasi Tarno berlangsung cukup lama. Saat ditemukan sekitar pukul 04.00 WIB tadi, Tarno sudah tewas. Jasad Tarno lalu dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo. Rencananya, Tarno akan dimakamkan di kampung halamannya di Brebes, Jawa Tengah. (jbr/fjp)