#KirimBudi, Gerakan Kirim 'Mimpi' ke Anak Indonesia di Daerah

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Rabu, 02 Mei 2018 12:55 WIB
Gerakan #KirimBudi, gerakan kirim 'mimpi' ke anak Indonesia di daerah. (Marlinda/detikcom)
Jakarta - Jaringan Semua Murid Semua Guru (SMSG) meluncurkan gerakan #KirimBudi di kantor Kemendikbud, Jakarta Selatan. Gerakan ini merupakan gerakan untuk mengirim 'mimpi' ke anak-anak Indonesia.

"Mengirim mimpi ke anak-anak Indonesia yang ada di desa, yang ada di daerah-daerah jauh yang mimpinya itu sangat terbatas," kata inisiator SMSG Najeela Shihab, dalam acara Pesta Pendidikan 2018, di kantor Kemendikbud, Jakarta Selatan, Rabu (2/5/2018).


Najeela menjelaskan gerakan #KirimBudi ini berawal dari terbatasnya cita-cita yang dimiliki oleh anak-anak Indonesia yang tinggal di desa ataupun pedalaman. Anak-anak tersebut memiliki mimpi yang terbatas.

"Waktu saya keliling ke beberapa tempat, itu cita-citanya anak-anak yang ada di desa itu cuma tiga. Guru, tentara/polisi, dan dokter. Itu sebenarnya cita-cita yang bagus. Tapi sayangnya, tidak semua anak bisa menjadi guru, polisi, atau dokter," tutur Najeela.

"Anak-anak Indonesia itu butuh mimpi yang lebih tinggi, untuk mimpi yang lebih luas. Karena kalau kita tanya anak-anak kota, mereka ada yang mau jadi astronot, ada yang mau jadi insinyur, ada yang mau jadi engineer. Banyak sekali," lanjutnya.

Melalui gerakan #KirimBudi, kata Najeela, akan dikirimkan 10.000 flashdisk yang berisikan video ke seluruh penjuru Nusantara. Video tersebut berupa video dari beragam profesi di Indonesia.

"Yang kita kirim kan melalui #KirimBudi ini adalah mimpi, mimpinya tentunya lewat berbagai profesi, jadi nanti cerita, profesinya apa, divideokan dikirim lewat flashdisk ke 10.000 sekolah yang ada di penjuru Nusantara," katanya.


Najeela berharap sebagian besar masyarakat akan terlibat dalam gerakan yang merupakan wujud kerja barengan dari berbagai pihak. Ia pun mengajak masyarakat berpartisipasi, baik sebagai distributor langsung untuk menyalurkan falshdisk-flashdisk tersebut maupun dengan cara 'bantu copy'.

"Videonya itu ratusan itu, makan satu jam sampai dua jam. Mungkin bisa menyediakan waktu untuk ramai-ramai, 'saya mau di kantor saya'. Kita butuh kantor yang mau ikutan berkontribusi. Dan kita butuh publik yang terlibat. Jadi dari A sampai Z, publik berdaya untuk menjadikan Indonesia lebih maju ke depannya," ujarnya.


Selain itu, kata Najeela, partisipasi masyarakat bisa dilakukan melalui kitabisa.com. Melalui kitabisa.com, masyarakat bisa ikut berpartisipasi dengan mendonasikan uang sebesar Rp 100.000.

"Rp 100.000 itu sama dengan mengirim satu flashdisk ke desa yang nggak ada akses internet. Cara partisipasinya teman-teman bisa masuk ke kitabisa.com/kirimbudi. Itu kayak kotak amal tapi bentuknya online. Jadi kotak amal 'zaman now', klik donasi kirim Rp 100.000, transfernya bisa dari bank apa aja. Kita ngajak siapa pun untuk berpartisipasi. Dan nanti teman-teman bisa lihat apa flashdisk-nya sudah dikirim, apa report-nya, dan lain-lain," paparnya.

"Nggak harus Rp 100.000, kalau patungan-patungan yang penting kita dapat Rp 100.000 kita kirimkan 1 video," lanjut Najeela.


Hari ini, Jaringan SMSG bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Pesta Pendidikan 2018. Dalam acara ini, juga diluncurkan dua program lainnya, yakni Lomba Foto dan 'Lagu Semua Murid Semua Guru', yang diciptakan relawan pendidikan yang berprofesi sebagai penyanyi, seperti Endah n Rhesa, Andien, Tompi, Tulus, Vidi Aldiano, Glen Fredly, dan Indra Azis.

Acara ini melibatkan anak/murid, guru, orang tua, dan mitra kerja lainnya. Acara yang bekerja sama dengan 15 kementerian/lembaga ini didukung sedikitnya 399 komunitas dan organisasi pendidikan dan telah menjangkau ratusan sekolah serta 357.329 relawan guru, orang tua, serta siswa di 252 kabupaten/kota. (gbr/gbr)