Gorong-gorong Renggut Nyawa, NasDem DKI: Aparat Harus Selidiki

Mochamad Zhacky - detikNews
Rabu, 02 Mei 2018 11:20 WIB
Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD DKI, Bestari Barus (Dok. Istimewa)
Jakarta - Pekerja bernama Tarno tewas tertimbun longsor saat menggali gorong-gorong untuk pipa air di Pluit, Jakarta Utara. Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta menilai insiden tersebut terjadi karena pengawasan tidak berjalan.

"Pedoman pelaksanaan K3 (kesehatan dan keselamatan kerja) itu berarti tidak berjalan secara baik. Gali itu kan sebenarnya pekerjaan biasa. Berarti pengawasannya tidak berfungsi baik," kata Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI, Bestari Barus, saat dihubungi detikcom, Rabu (2/5/2018).

[Gambas:Video 20detik]





Bestari juga mempersoalkan peralatan yang digunakan dalam proyek tersebut. Kata dia, pekerjaan yang mestinya dikerjakan dengan mesin jangan dikerjakan oleh manusia.

"Saya kira bisa juga berkoordinasi dengan Pemprov DKI atau meminjam alat Pemprov DKI atau menyewa alat. Jadi, pekerjaan yang seharusnya pakai alat berat jangan dikerjakan oleh manusia yang punya keterbatasan dan tidak dijaga keselamatannya," sesal Bestari.

Menurut dia, insiden ini tak cukup diselidiki oleh Pemprov DKI. Anggota Komisi D DPRD DKI itu mendorong agar aparat penegak hukum juga menyelidikinya.



"Itu insinyurnya siapa? Kerja begitu kan ada pengawasnya. Artinya, saya kecewa lah dengan hal seperti ini dan saya kira tidak hanya terbatas pada Pemprov DKI, saya kira aparatur hukum juga perlu menyelidiki kenapa itu bisa terjadi," terang Bestari.

Tarno tewas tertimbun longsor saat menggali gorong-gorong untuk pipa air PAM pada Selasa (1/5) dini hari. Jenazah Tarno lalu dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM).



Lubang gorong-gorong itu kini ditutup pelat baja. Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno secara tegas menyatakan akan memanggil PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) guna mendalami insiden tersebut.

"Saya akan memanggil Kepala Dinas Ketenagakerjaan untuk melakukan evaluasi, memanggil pihak Palyja dan kontraktornya untuk memastikan, satu ini akan dievaluasi dan investigasi," kata Sandiaga di Monas, Jakarta Pusat, pagi tadi.

(zak/jbr)