"Ya setiap orang punya masa lalu, dan masa lalu tidak selalu identik dengan sekarang. Saya sudah hijrah dari yang baperan, marah, marah, ngasal, ngarang-ngarang, tidak bertanggung jawab menjadi lebih santun, menjaga tulisan, lisan, tindakan, etika. Kenapa, karena sejak 2013 saya sudah jadi pemimpin masyarakat," kata Ridwan Kamil saat acara d'Candidate, yang tayang di detikcom, Senin (30/4/2018).
Emil, sapaan karibnya, menduga kemunculan tweet-tweet lamanya tersebut politis. Meski begitu, dia pun tetap meminta maaf.
"Kenapa tweet lama itu tidak muncul waktu 2013 saya nyalon pilkada di Wali Kota Bandung? Kenapa munculnya sekarang? Artinya, timing-nya politis. Apa pun itu, saya tidak menafikan hal-hal tersebut. Dalam kesempatan ini saya memohon maaf kepada siapapun yang mungkin tidak berkenan, tidak nyaman, sebagai manusia biasa mohon maaf," pintanya.
Emil pun meminta netizen menilai dirinya setelah menjadi Wali Kota Bandung. Menurut Emil, akan lebih adil menilai pribadinya dari kinerjanya, bukan dari masa lalunya.
"Kalau mau fair, nilailah saya sebagai Wali Kota Bandung apakah ada ucapan, tindakan yang negatif, saya kira lebih fair," ucapnya.
Uu Ruzhanul Ulum (Muhammad Ridho/detikcom) |
Hal yang sama disampaikan pasangan Emil di Pilgub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum. Dengan adanya serangan tersebut, Uu mengaku makin mengenal Emil.
"Saya semakin lama semakin tahu tentang Kang Emil. Apalagi Kang Emil makin lama makin tahu kebiasaan saya. Banyak kebiasaan saya yang Kang Emil tahu tapi tidak dipaksakan diubah," tutur Uu. (ams/imk)












































Uu Ruzhanul Ulum (Muhammad Ridho/detikcom)