Sinyal Jokowi Minta Penjelasan Rini soal Rekaman Kontroversial

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Senin, 30 Apr 2018 11:20 WIB
Foto: Agus Trimukti/Humas PLN
Jakarta -

Pembicaraan Menteri BUMN Rini Soemarno dengan Direktur Utama (Dirut) PLN Sofyan Basir bocor dan jadi viral di masyarakat. Presiden Jokowi belum mengambil langkah apa pun sebelum semuanya jelas.

"Saya tidak mau komentar sebelum semuanya jelas," kata Jokowi saat ditemui seusai acara Musrenbangnas 2018 dalam Rangka Penyusunan RKP 2019 di Hotel Gran Sahid, Jakarta, Senin (30/4/2018).


Politikus senior PDIP Hendrawan Supratikno melihat Jokowi ingin tahu substansi dalam pembicaraan itu. Presiden, menurut Hendrawan, memang sangat berhati-hati dalam menyikapi hal semacam ini.

"Artinya, tunggu klarifikasi dulu soal substansi dan ekspresi yang ada dalam pembicaraan. Presiden memang harus hati-hati soal ini," katanya saat dimintai konfirmasi wartawan, Senin (30/4).


Sebelumnya, percakapan Rini dan Sofyan Basir menjadi viral. Rekaman percakapan yang viral di media sosial itu sudah dibenarkan oleh Rini ataupun Sofyan. Namun keduanya kompak mengatakan rekaman itu tidak utuh. Menurut Sofyan, pembicaraan itu dilakukan pada akhir 2016. Sofyan mengaku saat itu tengah berkonsultasi dengan Rini terkait investasi PLN dan Pertamina dengan perusahaan swasta di bidang penyediaan energi.

"Pertama kali komunikasi kalau tidak salah akhir 2016. Saya tahu itu direkam, tapi nggak tahu kok dipotong-potong gitu lho," kata Sofyan saat ditemui di de Tjolomadoe, Karanganyar, Sabtu (28/4).

Senada dengan Sofyan, Rini menjelaskan percakapan itu sengaja dipotong sehingga seolah-olah percakapan itu membahas bagi-bagi fee. Padahal, menurut Rini, tak ada kepentingan apa pun selain untuk BUMN baginya.

"Pak Sofyan (Direktur Utama PLN) sudah jelas kalau itu adalah apa namanya kapan ya saya juga udah nggak ingat kapan pembicaraan. Saya dengan Pak Sofyan membicarakan mengenai ada proposal untuk apa namanya storage gas yang kemudian minta offtake dari Pertamina, tapi kemudian minta offtake juga dari PLN, berarti kan kita menjadi punya risiko," jelas Rini di Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (29/4).

"Kayaknya gitu, kami akan masuk ke ranah hukum. Kalau itu lempeng-lempeng aja (tidak dipotong) bagus," sambungnya.

Video 20Detik: Ini Dia Rekaman Percakapan Menteri BUMN-Dirut PLN

[Gambas:Video 20detik]

(van/fjp)