Coba Demo SBY, Ampera Diusir Polisi, Spanduk Disita

Coba Demo SBY, Ampera Diusir Polisi, Spanduk Disita

- detikNews
Sabtu, 09 Jul 2005 11:57 WIB
Bogor - Presiden SBY dan keluarganya serta pengantin baru Agus Harimurti-Annisa Pohan akan datang di Istana Bogor. Belasan orang mencoba menyambutnya dengan demonstrasi. Namun, demo itu hanya berlangsung lima menit, karena polisi dengan cepat mengusir mereka. Para demonstran ini menamakan diri Amanat Penderitaan Rakyat (Ampera). Mereka melakukan aksinya sekitar pukul 11.10 WIB, Sabtu (9/7/2005) di seberang Tugu Kujang, Jl. Pajajaran, Bogor. Tugu Kujang ini akan dilalui oleh Presiden SBY dan keluarganya menuju Istana Bogor. Demo ini digelar sebagai bentuk protes terhadap SBY yang menggelar pesta pernikahan anaknya di Istana Bogor. Tapi, para demonstran itu mati kutu. Tidak lama setelah mereka tiba, aparat kepolisian yang memang sudah stand by di Tugu Kujang langsung menghampiri mereka. Mereka belum sempat melakukan orasi. Mereka juga belum sempat membentangkan spanduk dan mengusung poster-poster yang telah mereka siapkan. Polisi langsung mengusir mereka dari lokasi tersebut. Polisi beralasan para demonstran tidak memberitahukan dulu tentang aksinya itu. Polisi juga menyita spanduk dan sejumlah poster yang mereka bawa. Tidak ada perlawanan dari demonstran. Para demonstran yang dipimpin Gartono, seorang pengacara, memilih mundur dari lokasi dan menghentikan aksinya itu sekitar pukul 11.15 WIB. Meski begitu, para demonstran sempat membagi-bagikan selebaran pernyataan sikap kepada para pengendara motor dan mobil. Dalam pernyataan sikap itu, mereka menilai penyelenggaraan pesta di Istana Bogor merupakan suatu perbuatan tercela, karena jutaan rakyat Indonesia saat ini masih dalam kemiskinan, busung lapar, dan buta huruf. Menurut mereka, Istana Beogor merupakan milik negara yang seharusnya dijadikan tempat untuk menyelenggarakan acara kenegaraan, bukan acara pernikahan keluarganya. Karena itu, menurut mereka, tindakan Presiden SBY ini telah menyalahi ketentuan. Sah-sah saja mereka berpendapat begitu. Tapi, pihak Istana, seperti yang pernah disampaikan Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng, sesuai peraturan, Presiden SBY berhak menggunakan Istana Bogor itu untuk menggelar resepsi pernikahan putranya. (asy/)


Berita Terkait