"Medsos ruang bebas, tetapi tentu harus ada kontrol individu. Jangan sampai gunakan isu yang tidak jelas basis datanya, karena dengan kompetisi dan polarisasi yang terbelah, sisi saling melapor akan kita temui nanti," ujar Peneliti Center for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes kepada wartawan, Senin (30/4/2018).
Salah satu faktor penyebab suhu politik mulai memanas jelang Pilpres 2019 adalah sisa-sisa dari Pilpres sebelumnya di mana Joko Widodo head to head dengan Prabowo Subianto. Oleh sebab itu, Pilpres 2019 diprediksi akan menjadi rematch Jokowi vs Prabowo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arya menilai tensi politik, baik di dunia nyata maupun maya masih berjalan sewajarnya. Jokowi dan Prabowo dinilai belum saatnya untuk turun tangan menurunkan tensi.
"Saya kira belum. Ini kan wajar-wajar saja menjelang Pilpres proses pre-campaign hal yang wajar. Pendukung Jokowi ingin menyampaikan prestasi pemberitaan kepada publik, begitu juga pendukung Prabowo," tutur Arya. (dkp/fjp)











































