DetikNews
Minggu 29 April 2018, 08:34 WIB

#2019GantiPresiden Ramaikan CFD Bundaran HI

Arief Ikhsanudin - detikNews
#2019GantiPresiden Ramaikan CFD Bundaran HI Ketua DPD Gerindra Jakarta M Taufik memakai kaus #2019GantiPresiden di CFD (Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom)
Jakarta - Sejumlah masyarakat mengenakan kaus #2019GantiPresiden di Car Free Day (CFD) di Bundaran HI, Jakarta. Kaus dan atribut lain dipakai masyarakat untuk olahraga.

Pantauan detikcom di lokasi, Minggu (29/4/2018), masyarakat yang menggunakan kaus #2019GantiPresiden sudah datang ke Bundaran HI sejak pukul 06.00 WIB. Mereka melakukan aktivitas seperti masyarakat pada umumnya.


Tidak ada spanduk atau pengeras suara untuk memeriahkan acara. Saat bertemu dengan sesama pengguna kaus #2019GantiPresiden mereka berfoto bersama.

Tampak juga ada pula orang yang sengaja berjualan baju #2019GantiPresiden di lokasi CFD. Baju yang dijual hanya digelar di trotoar.

Salah satu tokoh yang terlihat dalam kegiatan itu adalah Ketua DPD DKI Jakarta Partai Gerindra Muhammad Taufik. Dia menggunakan kaus #2019GantiPresiden pula.

Taufik menyambut antusias masyarakat menggunakan kaus #2019GantiPresiden. Namun, dia menegaskan hal ini tidak digerakkan oleh Gerinda maupun Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Sejumlah masyarakat mengenakan kaus #2019GantiPresidenSejumlah masyarakat mengenakan kaus #2019GantiPresiden (Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom)


"Ini tanda baik untuk pergantian presiden. Tanpa ada koordinir. Ini dari publik (bukan gerakan partai). Saya juga cuma di WA (WhatsApp) saja suruh ikut datang," ucap Taufik kepada wartawan di lokasi.

Taufik memprediksi gerakan ini akan bertambah besar. Gerakan ini bisa menjadi lumbung suara untuk Gerindra.

"Ini loh, ternyata ini aspirasi masyarakat. Setelah ini makin besar. Ini semua ganti presiden, ini sebagian besar calonnya Prabowo," kata Taufik.

Salah satu masyarakat yang ikut menggunakan atribut #2019GantiPresiden adalah Anton Umar. Dia bersama rombongan dari Tanah Abang, Jakarta tahu ada gerakan ini dari media sosial.


"Kan ada di grup WA, terus tersebar juga di FB (Facebook). Ini nggak digerakkan partai atau apapun murni dari rakyat," ucap Anton di lokasi yang sama.

Menurut Anton, tindakan ini adalah bentuk kekecewaan terhadap Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, banyak masalah saat Jokowi menjabat Presiden sejak 2014.

"Dengan kaos ini, kita prihatin tentang kondisi negara. Banyak kegaduhan," ucap Anton.



(aik/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed