"Kita sambut baik dan apresiasi positif pertemuan kedua pemimpin negara Korea ini. Tentu dari pertemuan ini kita berharap perdamaian di Semenanjung Korea segera tercipta, dan meredakan ketegangan dan suasana panas antar kedua negara," kata Taufik melalui sambungan telepon, Sabtu (28/4/2018).
Taufik berharap, dengan pertemuan ini ke depannya tercipta suasana-suasana yang semakin mendorong terciptanya perdamaian antara Korsel dan Korut. Termasuk menjadi pijakan awal untuk kawasan bebas senjata nuklir di Semenanjung Korea.
"Selama ini akibat adanya isu nuklir, membuat hubungan kedua negara tidak kondusif, ada ketegangan. Bahkan termasuk dengan negara-negara lain. Semua menjadi waspada jika Korut meluncurkan serangan nuklir. Langkah denuklirasasi membuat suasana menjadi lebih kondusif," harap Taufik.
Sebagaimana diberitakan, pada Jumat pagi, Presiden Korea Selatan Moon Jae-In dan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un melakukan pertemuan di garis demarkasi militer dua Korea di Desa Panmunjom, Korsel. Kedua pemimpin Korea menunjukkan keakraban sebagai sinyal kepada dunia bahwa keduanya siap menuju perdamaian yang langgeng.
(nwy/ega)











































