Demi Selamatkan Negara, Corazon Aquino Desak Arroyo Mundur
Jumat, 08 Jul 2005 16:55 WIB
Jakarta -
Kekuasaan Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo benar-benar di ujung tanduk. Satu per satu menteri kabinetnya mengundurkan diri. Seruan mundur bagi Arroyo juga kian gencar.Bahkan mantan presiden Filipina Corazon Aquino juga turut mendesak Arroyo mundur. Ini demi menyelamatkan negara, ujarnya. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (8/7/2005)."Tidak mungkin lagi bagi dia untuk memerintah," tegas Aquino yang tidak menginginkan terjadinya 'people power' ketiga di negeri Asia Tenggara itu. Aquino merebut kursi kepresidenan setelah rakyat Filipina turun ke jalan menuntut pengunduran diri presiden Filipina waktu itu, Ferdinand Marcos. Kejadian yang persis sama dialami Arroyo sewaktu menggantikan Joseph Estrada."Saya mendesak dia untuk membuat pengorbanan tertinggi demi menyelamatkan negara kita dari kekerasan yang mengancam," cetus Aquino, yang sebenarnya merupakan sekutu penting koalisi pemerintahan Arroyo. Skandal kecurangan pemilu kian menyudutkan posisi Arroyo. Sejumlah menteri kabinet telah mengundurkan diri dan menyerukan Arroyo untuk ikut mundur. Alasan mereka, Arroyo tidak bisa lagi memerintah selama keraguan dan ketidakpercayaan publik terus menyelimuti kepemimpinannya.Siap-siap lengser...
(ita/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































