Simulasi Kebakaran di Balai Kota, PNS Berlarian ke Titik Evakuasi

Indra Komara - detikNews
Jumat, 27 Apr 2018 11:53 WIB
Asap tampak mengepul dari sebuah jendela di lantai 6 di Kompleks Balai Kota (Foto: Indra Komara/detikcom)
Jakarta - Pemprov DKI Jakarta menggelar simulasi tanggap bencana kebakaran di Balai Kota. Simulasi ini dilakukan dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Nasional yang jatuh Kamis (26/4) kemarin.

"Ini kegiatan dalam rangka tanggap bencana. Ini secara menyeluruh, harusnya kemarin, karena kemarin ada event yang ada 4 duta besar jadi kita laksanakan hari ini," kata Kepala Biro Umum DKI Jakarta Firmansyah di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (27/4/2018).


Saat simulasi berlangsung, PNS di Balai Kota tampak berlarian dari dalam gedung. Mereka diimbau untuk menuju ke titik evakuasi di lapangan Balai Kota.

"Jadi yang penting kesiapsiagaan kita sebagai karyawan maupun perangkat yang ada terkait dengan kebencanaan yang pasti bahwa bencana itu tidak hanya gempa bumi. Tapi juga kebakaran ini bagian dari bencana," ujar Firmansyah.


Pegawai Balai Kota berkumpul di titik evakuasi saat simulasi kebakaran dilakukanPegawai Balai Kota berkumpul di titik evakuasi saat simulasi kebakaran dilakukan (Foto: Indra Komara/detikcom)

Firmansyah menjelaskan simulasi ini melibatkan BPBD DKI Jakarta dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP). Dengan adanya simulasi siaga bencana ini, pegawai memahami tindakan yang harus dilakukan saat terjadi bencana.

"Kesiapan semua karyawan kita ketika ada bencana kebakaran kita sudah siap. Ini bagaimana cara menangani kebakaran ini jadi yang pasti bahwa kesiapan setiap individu yang ada di sini termasuk juga bagaimana setiap floor ada kapten floor yang mengarahkan untuk evakuasi," terangnya.


Dalam simulasi ini pemadam kebakaran melakukan pemadaman api di lantai 6 gedung Blok G, Balai Kota. Disediakan satu mobil pemadam kebakaran dan satu mobil skylift.

Ke depan, simulasi siaga bencana ini akan dilakukan dua kali dalam setahun. "Ini juga akan kita laksanakan minimal setahun 2 kali," jelas Firmansyah. (idn/jbr)