ADVERTISEMENT

Cerita Novanto Berkali-kali Pingsan dan Muntah Usai Kecelakaan

Yulida Medistiara - detikNews
Jumat, 27 Apr 2018 11:27 WIB
Setya Novanto (Foto: Dok. REUTERS/Beawiharta)
Jakarta - Setya Novanto bercerita mengenai kecelakaan mobil yang membuatnya masuk RS Medika Permata Hijau, Jakarta Selatan. Novanto beberapa kali pingsan.

"Saya setelah kecelakaan. Tahu-tahu saya sudah di rumah sakit. Saya ada di situ yang saya inget. Saya sampai nggak sadar itu di sebelah saya sudah ada dokter. Dia mengenalkan nama, saya dokter Bimanesh. Beliau menayakan apa keluhannya? Seinget saya dalam keadaan nggak begitu sadar menyampaikan mual, pusing mau muntah dan ada rada sakit," kata Novanto, saat bersaksi untuk Bimanesh, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Jumat (27/4/2018).


[Gambas:Video 20detik]




Tekanan darah Novanto saat masuk RS, 190/110. Novanto juga baru sadar infus menempel di tangannnya saat terbangun.

Setelah terbangun, Novanto kembali pingsan dan muntah beberapa kali. Istrinya Deisti Astriani Tagor yang membantunya mengatasi mual.

"Tahu-tahu saya lihat ada beberapa kunang-kunang gitu terus pingsan lagi tahu-tahu saya itu pagi. Saya ada muntah-muntah 3 kali pagi-pagi istri saya itu nolong. Saya nggak inget jam berapa tapi muntah," kata Novanto.

Keesokan harinya, tekanan darah Novanto kembali diperiksa. Namun Novanto mengaku masih lemas dan kembali pingsan. Dia baru sadar pindah ke RSCM setelah terbangun.

"Pagi-pagi ada dokter yang mentensi saya. Saya inget adanya dokter Bimanesh jadi 160 tensinya. Waktu itu saya sudah pingsan lagi tahu-tahu saya sudah di rumah sakit lain (RSCM)," ujarnya.



Bimanesh Sutarjo didakwa merintangi penyidikan KPK atas Setya Novanto dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Bimanesh diduga bekerja sama dengan mantan pengacara Novanto Fredrich Yunadi merekayasa sakitnya eks Ketua DPR itu.

Awalnya, dr Bimanesh dihubungi Fredrich dengan maksud meminta bantuan agar Novanto dapat dirawat di RS Medika Permata Hijau. Fredrich juga meminta dr Bimanesh membuat diagnosa Novanto menderita berbagai penyakit, termasuk hipertensi. Kecelakaan Novanto terjadi pada 16 November 2017.

Atas perbuatannya, Bimanesh didakwa melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.




(yld/fdn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT