DetikNews
Jumat 27 April 2018, 01:31 WIB

Melihat Lebih Dekat MRT Jakarta yang Segera Diuji Coba

Edwin Rudiyanto - detikNews
Melihat Lebih Dekat MRT Jakarta yang Segera Diuji Coba MRT Jakarta segera diuji coba (Foto: Edwin Rudiyanto/detikcom)
Jakarta - Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta akan diuji coba pada Juni 2018 untuk menyambut Asian Games. Hingga saat ini, ada 2 rangkaian kereta di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Direktur Utama MRT Jakarta Wiliam Sabandar pada Kamis (26/4/2018) memberi kesempatan kepada wartawan untuk berkeliling di proyek Depo Lebak Bulus. Wartawan diajak ke administration building, titik di mana pengaturan perjalanan kereta dilakukan.


Melihat Lebih Dekat MRT Jakarta yang Segera Diuji CobaBagian dalam MRT Jakarta (Foto: Edwin Rudiyanto/detikcom)

"Progres kita hari ini ada di angka 93,34 persen yang terdiri dari progres di elevated section 94,45 (persen), underground section 96,24 (persen)," kata Wiliam.

Rolling stock (rangkaian kereta) MRT Jakarta dibuat di Jepang dengan posisi masinis sebelah kanan. Satu rangkaian terdiri dari 6 unit yang bisa memuat 1.950 orang penumpang.

"Jadi formasi kereta ada 6 unit, yang pertama dan terakhir itu mukanya jadi keretanya bisa maju dan mundur," imbuhnya.

Operasional MRT menggunakan tenaga listrik yang disuplai dari Perusahaan Listrik Negara (PLN), yang didistribusikan ke setiap stasiun maupun depo. Fungsi listrik ada 2 yang utama yakni untuk menjalankan kereta dan sebagai supporting system contohnya untuk air conditioner dan lampu.

"Kita juga punya battery, in case lampu mati masih ada battery yang bikin mesin bisa nyala beberapa waktu. AC tiap kereta untuk maintenance suhu tiap kereta 25 derajat Celcius," imbuhnya.


Total ada 16 kereta MRT yang akan nantinya akan beroperasi. Saat ini baru ada 2 kereta yang sudah tiba di Lebak Bulus, sementara sisanya masih diproduksi di Jepang dan akan dikirim secara bertahap mulai Juli hingga November 2018.

Dua kereta yang sudah ada saat ini sudah dilakukan inspeksi. "First article inspector sudah dilakukan empat kali sehingga kereta sudah layak pakai. Tes bodinya, tes AC-nya, visual inspection test," lanjutnya.

Melihat Lebih Dekat MRT Jakarta yang Segera Diuji CobaProges pembangunan jalur untuk MRT Jakarta (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)

Untuk aspek operasional, MRT Jakarta baru memiliki tenaga manusia sebanyak 50 persen. Saat ini total baru ada 67 orang yang bekerja pada bagian maintenance.

"Ada sekitar 40-an (tenaga kerja) yang sudah tersertifikasi dari pemerintah. Mereka pertamanya dulu diklat di API Madiun," ungkap Direktur Operasi dan Pemeliharaan MRT Jakarta Agung Wicaksono.

Proses sertifikasi untuk sumber daya manusia dilakukan di beberapa negara. Seperti untuk masinis, sertifikasi dilakukan di Malaysia.

"Di Hong Kong untuk rolling stock manager, dan Jepang," imbuhnya.
(mei/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed