DetikNews
Kamis 26 April 2018, 22:58 WIB

Cak Imin: Kalau Ada yang Merasa Dikriminalisasi, Dialog Bersama

Indra Komara - detikNews
Cak Imin: Kalau Ada yang Merasa Dikriminalisasi, Dialog Bersama Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Foto: Dok. PKB)
Jakarta -

Wakil Ketua MPR yang juga Ketum PKB, Muhaimin Iskandar, menyebut munculnya penilaian adanya kriminalisasi atau ketidakadilan disebabkan oleh kesalahpahaman. Cak Imin menyebut perlu dilakukan dialog bersama antara pemerintah dengan tokoh masyarakat dan ulama.

"Kalau hari ini ada yang merasa dikriminalisasi dan merasa didiskriminasi, sebetulnya adalah bagian dari hilangnya spirit nilai dasar semangat social justice yang ditanamkan perintis bangsa ini," kata Muhaimin, yang akrab disapa Cak Imin, dalam talkshow 'Sejarah Perkembangan Islam dan Masa Depan Bangsa' di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (16/4/2018).

Karena itu, menurutnya, pemerintah harus bisa menunjukkan rasa adil dalam kebersamaan bangsa. Munculnya ketidakadilan, disebut Cak Imin, diawali karena kesalahpahaman.

"Untuk itu, tidak ada pilihan lain harus dibangun rasa saling percaya, bisa cari titik temu dialog yang seimbang dan sejajar karena akhir-akhir ini hampir tak ada dialog. Masing-masing merasa paling benar dalam sistem kebangsaan kita. Oleh karena itu, mau tidak mau harus duduk bersama agar tidak terjadi kriminalisasi," sambungnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyoroti pemerintah yang dinilai tidak memahami sejarah. Fadli Zon mengkritik pemerintah mengenai adanya pemisahan antara agama dan Indonesia.



"Jadi saat ini persoalannya rezim yang tak mengerti sejarah, tak mengerti memposisikan (diri) sehingga ada Perppu Ormas, itu menunjukkan bahwa rezim ini tak mengerti bagaimana memposisikan umat Islam di Indonesia. Seolah jadi ancaman, padahal ini fondasi, salah satunya umat Islam," kata dia.




(fdn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed