"Sumur minyak sangat berbahaya. Bisa menimbulkan gas yang mudah terbakar dan bahkan beracun, sehingga harus dikelola dengan SOP yang benar," kata Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PPP Achmad Farial dalam keterangan tertulis, Kamis (26/4/2018).
Oleh karena itu DPR meminta Kementerian ESDM untuk mengecek semua kondisi semur minyak yang ada, khususnya di Aceh. Pemerintah perlu memastikan bahwa pengolaan sumur minyak itu sesuai dengan SOP yang berlaku dan menggunakan teknologi yang sesuai dan menjamin keamanan pekerja dan lingkungannya.
Ia menjelaskan pengelolaan sumur itu bisa dilakukan oleh perusahaan berkompeten, salah satunya Pertamina. Namun karena selama ini sumur dikelola oleh masyarakat dan menyumbang perekonomian mereka, maka masyarakat juga perlu dilibatkan. Misalnya sebagai pekerja, atau mendapatkan pembagian keuntungan dari aktivitas pengeboran tersebut.
"Karena ini menyangkut kesejahteraan masyarakat, maka mereka juga perlu mendapatkan perhatian agar mendapatkan keuntungan secara ekonomi," pungkasnya.
Seperti diketahui sebanyak 21 orang tewas dan 40 orang lainnya mengalami luka bakar berat akibat satu sumur minyak ilegal di wilayah Aceh Timur terbakar dan meledak. Sejauh ini penyebab pasti kebakaran masih diselidiki kepolisian. (ega/ega)











































