DetikNews
Kamis 26 April 2018, 16:50 WIB

Tewas di Ujung Kulon, Tulang Badak Jawa akan Diambil untuk Riset

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Tewas di Ujung Kulon, Tulang Badak Jawa akan Diambil untuk Riset Foto: dok. Balai TNUK
Cilegon - Badak Jawa bernama Samson dengan identitas ID 037.2012 ditemukan tewas pada Senin (23/4) di Pantai Karang Ranjang, Wilayah II Pulau Handeuleum, Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Jasad badak ini akan dikuburkan di dekat lokasi penemuan untuk kemudian diambil tulangnya demi kepentingan pendidikan dan penelitian.

"Setelah dinekropsi, diambil sampelnya untuk dianalisi penyebab kematian itu kita kubur. Lokasinya dijaga selama kurang lebih 1 bulan. Lalu diangkat tulangnya untuk kita rangkai kembali," kata Kepala Balai TNUK Mamat Rahmat saat berbincang dengan detikcom, Pandeglang, Banten, (26/4/2018).

Usai diambil tulangnya, kerangka tersebut menurutnya bisa menjadi bahan kepentingan informasi. Di kantor Balai TNUK di Labuan, Pandeglang, ada satu kerangka badak Jawa yang memang digunakan untuk kepentingan penelitian.

Badak Jawa nama Samson ini, menurut Mamat sering terlihat khususnya dari tahun 2015 sampai 2017. Ia sering muncul di area konservasi seperti Cibandawa dan Jariska. Daerah ini termasuk kawasan Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA) yang lokasinya sangat terlindungi.

Sebelum dikuburkan, Mamat menjelaskan bahwa tim gabungan dari dokter hewan patologi Institute Pertanian Bogor (IPB), WWF Ujung Kulon dan pihak balai sudah melakukan nekropsi dan pengambilan sampel. Hasil penelitian terhadap sampel ini akan menentukan penyebab kematian badak. Yang jelas, ia mengatakan, saat pertema kali ditemukan, Samson dalam keadaan utuh dan tidak ada bekas pemburuan.

"Yang jelas tidak ada bekas perburuan karena kondisinya utuh lengkap. Tidak ada bekas tembakan dan bacokan," paparnya.

[Gambas:Video 20detik]


(bri/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed