DetikNews
Rabu 25 April 2018, 13:15 WIB

Sindir Soal TKA, Fadli: Tolong Ada yang Ajari Jokowi Politik

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Sindir Soal TKA, Fadli: Tolong Ada yang Ajari Jokowi Politik Foto: Wakil Ketua DPR Fadli Zon. (Yulida Medistiara/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo menyebut isu tenaga kerja asing sengaja dijadikan bahan politik. Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon tak setuju dengan Jokowi.

"Ya memang politik dong, keputusannya aja politik," kata Fadli di Gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/4/2018).

Fadli tak setuju anggapan isu tenaga kerja asing sengaja digoreng-goreng jelang Pilpres 2019. Dia pun menyebut, Jokowi harus belajar lagi soal politik.

[Gambas:Video 20detik]



"Tidak digoreng-goreng, kan memang pemerintah mengeluarkan perpres itu dan memberikan kemudahan bagi tenaga kerja asing. Bukan digoreng, itu kenyataan dan kita menolak. kalau menolak itu bukan berarti menggoreng," tegas Fadli.

"Saya kira itu harus diajarilah Pak Presiden itu supaya tahu. kan dia sendiri yang membuat keputusan kan kita merespons dari keputusan itu. Sederhana saja," imbuh Waketum Gerindra itu.


Presiden Joko Widodo (Jokowi) bicara soal isu Tenaga Kerja Asing (TKA) yang disebut membanjiri lapangan kerja di Indonesia. Jokowi menyebut isu itu jadi komoditas politik.

Jokowi mengatakan, saat ini isu TKA yang membanjiri Indonesia itu memang marak dibicarakan. Padahal, kata Jokowi, yang dilakukan pemerintah adalab menyederhanakan regulasi terkait tenaga kerja asing di Indonesia.

"Karena sekarang isunya akhir-akhir ini isunya adalah TKA, Tenaga Kerja Asing. Padahal, sebetulnya yang kita reform adalah bagaimana menyederhanakan prosedur administrasi untuk TKA. Berbeda," ujar Jokowi saat peresmian pelepasan ekspor mobil di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, hari ini.

Jokowi pun mengatakan, isunya ini jadi bahan politik. "Ini lah namanya politik," katanya.
(gbr/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed