DetikNews
Rabu 25 April 2018, 07:27 WIB

PKB Usul Deadline Capres Dimajukan, PD Menyerang

Niken Purnamasari - detikNews
PKB Usul Deadline Capres Dimajukan, PD Menyerang Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - PKB mengusulkan agar batas waktu pendaftaran capres 2019 dari jadwal semula. Usulan tersebut membuat Partai Demokrat 'berang'. Demokrat menilai usulan itu merupakan upaya penjegalan di luar logika politik.

Wacana yang dilemparkan oleh PKB itu bisa menjegal Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang tengah didorong Demokrat maju di Pilpres 2019. Apabila pendaftaran menjadi 3 Agustus, AHY tak memenuhi syarat. Sebab dia baru berusia 40 tahun pada 10 Agustus 2018.



Sementara isi dari Pasal 169 poin q UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu tertera bahwa syarat capres/cawapres minimal berusia 40 tahun. Jika pendaftaran maju menjadi 3 Agustus 2018, umur AHY 40 tahun kurang 7 hari saja.

"Terkait dengan beberapa isu yang belakangan ini berembus tentang polemik revisi PKPU 5/2018 yang dipolemikkan membawa implikasi politik dalam pencalonan di pilpres, itu adalah keluar dari nalar sehat dan logika politik," kata Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Didik Mukrianto dalam keterangan tertulis, Selasa (24/4/2018).

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto meyakini KPU akan tetap pada jadwal semula. Menurutnya, perubahan jadwal pendaftaran justru akan menimbulkan polemik di masyarakat maupun partai politik.

"Penjadwalan itu kan sudah ditentukan oleh KPU. Dan kami yakini itu tidak akan berubah. Rasanya KPU tidak ingin mempunyai gejolak-gejolak yang signifikan. Apabila hal ini dan menurut kami pasti dilaksanakan dengan jadwal," ujar Agus, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (23/4/2018).



Usulan agar pendaftaran capres dimajukan dilontarkan oleh Ketua DPP PKB Lukman Edy. Jadwal pendaftaran yang semula berlangsung pada 10 Agustus 2018 diubah menjadi 3 Agustus 2018.

"Untuk memenuhi azas konstitusionalitas pemilihan presiden tahun 2019 ini, saya mengusulkan pendaftaran calon presiden dimajukan paling akhir pada tanggal 3 Agustus 2018," ujar Ketua Ketua DPP PKB Lukman Edy dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/4).



PKB membantah bahwa usulan tersebut merupakan upaya untuk menjegal AHY. Sosok AHY dinilai potensial untuk masuk dalam peta pilpres 2019.

"Seribu persen tidak benar, semuanya sahabat PKB, dan dalam demokrasi tidak boleh saling jegal. Pemimpin masa depan, makanya PKB kan mengusung AHY di Pilgub DKI," kata Wakil Sekretaris PKB Daniel Johan saat dihubungi detikcom, Selasa (23/4/2018).

Dalam PKPU Nomor 5 Tahun 2018, masa pendaftaran calon presiden dan wakil presiden ditetapkan pada 4-10 Agustus 2018. Juga, pada Undang-Undang Pemilu Pasal 226 ayat (4), masa pendaftaran capres-cawapres paling lama adalah delapan bulan sebelum pemungutan suara. Ada pula Pasal 235 UU itu mengatur KPU akan menetapkan dan mengumumkan pasangan calon yang memenuhi syarat.
(nkn/yas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed