DetikNews
Selasa 24 April 2018, 19:29 WIB

NasDem Minta Amien Rais Baca Hasil Survei Lembaga Tepercaya

Marlinda Octavia Erwanti - detikNews
NasDem Minta Amien Rais Baca Hasil Survei Lembaga Tepercaya Sekjen NasDem Johnny G Plate (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Politikus senior PAN Amien Rais menyebut elektabilitas Joko Widodo terus turun. Partai pendukung Jokowi, NasDem, meminta Amien Rais membaca hasil survei dari lembaga yang tepercaya.

"Pak Amien, baca baik-baik hasil lembaga survei yang tepercaya. Yang menggunakan metode-metode surveinya secara akademik dapat dipertanggungjawabkan," ujar Sekjen NasDem Johnny G Plate kepada detikcom, Selasa (24/4/2018).

Johnny juga mempertanyakan sumbar data survei yang dipergunakan Amien Rais. Johnny curiga data survei yang disampaikan Amien Rais berasal dari survei yang dilakukan Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon.


"Kalau surveinya Fadli Zon, tolong bilangin sama Pak Amien Rais, Fadli Zon punya survei itu hasilnya 72 persen milih Pak Prabowo, 28 persen memilih Pak Jokowi. Nah, dalam lingkungannya internalnya Pak Fadli Zon saja ada 28 persen yang milih Pak Jokowi," ujar Johnny.

Berarti yang di sana itu memang rapuh, nggak kuat, di dalam diri nggak. Kalau di dalam internalnya Pak Fadli Zon itu hasilnya 95 persen, 98 persen, nah itu masuk akal. Tapi kalau hasilnya cuma 72 persen, ya berarti di situ sudah ada polarisasi yang besar di dalam internalnya itu. Belum lagi di yang lain-lain. Nah, itu yang menjadikan gambaran," sambungnya.

Johnny menuding Amien Rais dalam membaca hasil survei menggunakan kacamata politik. Padahal membaca hasil survei haruslah menggunakan kacamata akademis.


"(Menggunakan kacamata politik) itu sah-sah saja. Tapi kan masyarakat juga paham, semakin menjelek-jelekkan, semakin memberikan gambaran yang tidak sesuai faktanya, semakin mengkomunikasikan untuk memutarbalikkan fakta kepada publik, justru publik yang sudah cerdas ini malah sekarang lebih percaya kepada Pak Jokowi," tuturnya.

Johnny juga meminta Amien Rais berfokus pada urusan internal partainya sendiri, khususnya terkait capres yang akan diusung. Hingga saat ini, PAN memang belum memutuskan siapa yang akan diusung pada Pilpres 2019.

"Poros sebelah urus dulu siapa capresnya. Sampai sekarang belum ada capresnya bagaimana mau diadu. Jadi, kalau bilang yang mana naik, yang mana turun, ada dulu capresnya. Sekarang ini belum ada. Urus dulu capresnya. Baru kalau sudah ada, baru bisa membandingkan Pak Jokowi yang sudah jelas dicapreskan oleh beberapa parpol yang sudah lebih dari 52 persen koalisi pengusungnya. Baru bisa dibandingkan," ujarnya.


Berdasarkan survei Litbang Kompas, Johnny menekankan, elektabilitas Jokowi yang terus meningkat dibanding Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Jokowi unggul 72,2 persen, sedangkan Prabowo mendapatkan 14,1 persen.

"Pak Jokowi naik, Pak Prabowo turun. Mana cawapres PAN? Belum ada. Mau dibandingkan sama yang mana. Kalau sama Pak Prabowo kan jelas hasil Litbang Kompas terbalik dari apa yang disebut oleh Pak Amien," ungkapnya.

"Kontestasi pilpres bukan mengadu baik dan buruknya program Pak Jokowi. Tapi program Jokowi dibandingkan dengan poros sebelah. Hingga hari ini program poros sebelah nggak ada. Nah, itu ibaratnya antre naik pesawat di taxiway, tapi pesawatnya kagak ada. Ya sudah, kepanasan saja di taxiway nunggu pesawatnya," imbuh Johnny.


Johnny menyebut komentar-komentar negatif yang tak sesuai fakta merupakan bagian dari upaya kampanye hitam. Namun, menurutnya, upaya-upaya untuk melemahkan Jokowi malah justru berdampak positif pada elektabilitas Jokowi.

"Saya sih senang-senang aja mendengar begitu. Kan lebih menguntungkan. Tapi pada saatnya nanti satu per satu akan kami kuliti habis. Siapa yang berniat memutarbalikkan fakta kepada pemilih. Nanti ada waktunya. Masih banyak lagi. Simpan nanti waktu kampanye baru kami sampaikan. Sekarang cukup yang begini-begini saja," tuturnya.


Sebelumnya, saat mengisi ceramah di Balai Kota DKI Jakarta, Amien Rais menunjuk foto Presiden Joko Widodo. Amien menyebut elektabilitas Jokowi terus turun.

"Ini (menunjuk foto Jokowi) elektabilitasnya sudah going down. Kata ahli, para survei, itu seorang incumbent, sekarang petahana, kalau di bawah 50 persen, itu untuk menang kembali seperti is impossible. Tapi kalau Ibu peduli negeri, partai Islam juga cuma leyeh-leyeh, is impossible," ujar Amien di depan para ustazah di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (24/4/2018).
(jbr/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed