DetikNews
Selasa 24 April 2018, 18:50 WIB

PPP Buka Peluang Terima Duet Jokowi-Prabowo

Elza Astari Retaduari - detikNews
PPP Buka Peluang Terima Duet Jokowi-Prabowo Jokowi-Prabowo (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo berbicara peluang menggandeng Prabowo Subianto di Pilpres 2019. PPP sebagai partai pendukung Jokowi mengaku terbuka akan kemungkinan itu.

"PPP terbuka untuk menerima opsi paslon pilpres antara Pak Jokowi sebagai capres dan Prabowo sebagai cawapres," ungkap Sekjen PPP Arsul Sani dalam perbincangan, Selasa (24/4/2014).

Apalagi bila ternyata duet Jokowi-Prabowo disebutnya bisa membuat kontestasi Pilpres 2019 menjadi lebih dingin, PPP sangat mendukungnya. Sebab, bila dua tokoh ini bersatu, kata Arsul, hal itu dapat mencegah elemen-elemen bangsa terpecah.

"Tentu semuanya perlu dimusyawarahkan dengan seluruh parpol pendukung Jokowi, termasuk di antaranya menyepakati platform pemerintahan ke depan," tambah anggota Komisi III DPR itu.


"Sebab, jangan sampai juga nantinya presiden dan wapres yang terpilih tidak sejalan ketika menjalankan pemerintahan," lanjut Arsul.

Jokowi bicara soal peluang menggandeng Jokowi saat menjawab pertanyaan Najwa Shihab untuk acara Mata Najwa. Pernyataannya itu kemudian membuat Gerindra menyebut Jokowi mumet (pusing) karena ingin sang ketum menjadi cawapresnya.

PPP Buka Peluang Terima Duet Jokowi-PrabowoArsul Sani (Tsarina Maharani/detikcom)

"Jokowi dan Istana lagi mumet," tutur Waketum Gerindra Ferry Juliantono.

Jokowi, dinilainya, putus asa mencari cara menyelamatkan elektabilitas yang diklaim terus merosot. Karena itu, Ferry mengatakan dimunculkanlah opsi duet dirinya dengan Prabowo agar selamat dari kegagalan Pilpres 2019.

"Makanya Jokowi panik dan belakangan sering mengirim utusan dalam rangka penjajakan kemungkinan koalisi, termasuk menjajaki kemungkinan Pak Prabowo berpasangan. Sudah tidak ada yang mau lagi dengan orang yang elektabilitasnya hancur. Apalagi kalau soal ekonomi ini makin krisis, jangan-jangan belum tentu bisa bertahan sampai 2019," ujar dia.


Soal duet Jokowi-Prabowo ini sebenarnya sempat dilontarkan Ketum PPP Romahurmuziy. Pria yang akrab disapa Rommy itu mengklaim Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Sandiaga Uno sempat menawarkan kemungkinan Prabowo menjadi cawapres Jokowi saat keduanya bertemu.

"Bagaimana akan mengajak bergabung dengan Prabowo, jika Sandiaga sendiri masih menawarkan Prabowo untuk berdampingan menjadi cawapres Jokowi," kata Rommy berbicara soal pertemuannya dengan Sandiaga.

Gerindra sudah membantah pernyataan Rommy. Sandiaga sendiri juga memberikan bantahan.
(elz/van)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed