DetikNews
Selasa 24 April 2018, 08:37 WIB

Demosi Hakim yang Perintahkan KPK Tersangkakan Boediono Dkk

Yulida Medistiara - detikNews
Demosi Hakim yang Perintahkan KPK Tersangkakan Boediono Dkk Hakim Effendi Mukhtar (Foto: dok.pn jaksel)
Jakarta - Hakim Effendi Mukhtar tengah menjadi sorotan terkait putusan praperadilan yang memerintahkan KPK menetapkan Boediono dkk menjadi tersangka di kasus Bank Century. Tak selang beberapa lama, Effendi didemosi dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) ke Pengadilan Negeri Jambi (PN Jambi).

Berdasarkan Hasil Rapat Pimpinan Mahkamah Agung (MA) yang dilansir websitenya, Selasa (24/4/2018), MA memindahkan Effendi dari sebelumnya PN Jaksel ke PN Jambi. Bila ditilik status pengadilannya, PN Jaksel merupakan pengadilan Kelas IA Khusus, sedangkan PN Jambi Kelas IA. Alhasil, Effendi turun kelas.

Effendi merupakan merupakan hakim senior. Pria yang lahir di Sumatera Barat, 23 Mei 1962 itu kini mengantongi pangkat IV/d dengan masa kerja lebih dari 20 tahun.


Berdasarkan catatan detikcom, Effendi pernah menjadi hakim praperadilan yang diajukan eks Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Temenggung. Effendi menyatakan status tersangka dugaan kasus korupsi penerbitan surat keterangan lunas (SKL) BLBI tetap sah. Selain itu Effendi merupakan Ketua Majelis Hakim dalam perkara penyeludupan 1 ton sabu ke pantai Anyer, Banten.


Sebagaimana diketahui, MAKI menggugat KPK untuk menetapkan Boediono dkk sebagai tersangka dalam kasus Bank Century. Atas permohonan itu, Effendi mengabulkan.

"Memerintahkan termohon untuk melakukan proses hukum selanjutnya sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku atas dugaan tindak pidana korupsi Bank Century dalam bentuk melakukan penyidikan dan menetapkan tersangka terhadap Boediono, Muliaman D Hadad, Raden Pardede dkk (sebagaimana tertuang dalam surat dakwaan atas nama terdakwa Budi Mulya) atau melimpahkannnya kepada kepolisian dan atau kejaksaan untuk dilanjutkan dengan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat," kata hakim Effendi Mukhtar.

Putusan tersebut setebal 78 halaman. Putusan diteken oleh hakim tunggal Effendi Mukhtar dan panitera pengganti Muratno.
(yld/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed