Strategi Rocky Gerung Hadapi Kasus Kitab Suci Fiksi

Erwin Dariyanto - detikNews
Senin, 23 Apr 2018 11:43 WIB
Pengajar ilmu filsafat Rocky Gerung (Foto: Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta - Musabab mengeluarkan sebuah pernyataan bahwa kitab suci itu fiksi, pengajar ilmu filsafat Rocky Gerung dilaporkan ke polisi oleh Sekjen Cyber Indonesia, Jack Boyd Lapian dan Ketua Cyber Indonesia Abu Janda alias Permadi Arya.

Rocky Gerung dianggap telah menistakan agama. Pada Kamis pekan lalu, Penyidik Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sudah memeriksa Abu Janda sebagai pelapor.



Lalu kapan Rocky akan diperiksa polisi?

Meski mengaku belum menerima panggilan dari kepolisian, namun dia berjanji akan menghadapi proses tersebut. Kalimat yang dia lontarkan di acara ILC TV One pada Rabu, 10 April 2018 itu adalah standar dalam ruang lingkup filsafat.

"Ya kalimat standar filsafat ya seperti itu, justru kalau diterangkan ya jadi delik baru," kata Rocky saat Blak blakan dengan detikcom yang tayang Senin, 23 April 2018.



Dia pun mengaku sadar setelah kalimat itu terlontar bakal ada konsekuensi yang harus dihadapi. Namun Rocky yang dikenal urakan dan hobi naik gunung itu siap menghadapinya. "Saya biasa-biasa saja enggak ada persiapan khusus," ujarnya.

Ketika Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang diakui sebagai sahabatnya dituding melakukan penistaan agama, Rocky mengaku sempat menyampaikan sejumlah poin yang dapat dijadikan bahan pembelaan. Tapi mungkin karena situasi dan kondisi politik saat itu sudah sedemikan konfrontatif, tim pengacara Ahok tak menggunakan poin-poin tersebut untuk pembelaan.



Apakah poin poin itu akan digunakan Rocky untuk membela diri dalam kasus ,"kontroversi kitab fiksi?"

"Nggak, saya akan pakai poin logika. Karena saya berhadapan dengan pelapor yang gak logis," jawab lelaki kelahiran Manado, 20 Januari 1959 itu.

[Gambas:Video 20detik]

(erd/jat)